Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tingkatkan Motivasi Belajar lewat Apresiasi Seni Tari

Agus AP • Selasa, 30 November 2021 | 17:26 WIB
Indun Mutamimah, S.Pd
Indun Mutamimah, S.Pd
RADARSEMARANG.ID, Pendidikan seni tari mempunyai pengaruh terhadap pengembangan emosi. Karena tidak hanya menuntut keterampilan gerak saja, tetapi penguasaan emosi dan pikiran. Keseimbangan berbagai unsur tersebut terlihat saat anak menari. Dalam membawakan gerak tari, diperlukan penguasaan emosi sesuai dengan berbagai sifat geraknya secara pemusatan daya pikir.

Memang tampak kegiatan fisik, tetapi seni tari melatih kepekaan rasa dan ketajaman berpikir. Dapat berpengaruh terhadap perkembangan pribadi dan tingkah laku anak. Karena anak dapat mengintegrasikan segenap pengalaman jiwanya.

Baik disengaja maupun tidak disengaja, secara langsung dapat mempengaruhi tingkah laku serta kepribadian seseorang.
Motivasi belajar seni tari penting dimiliki siswa. Untuk meningkatkan kemampuan siswa terhadap pembelajaran seni tari bisa dilakukan dengan menggunakan kegiatan apresiasi seni.

Motivasi merujuk kepada seluruh proses bergerak yang mendorong dan timbul dari dalam diri individu, tingkah laku dengan tujuan akhir dari gerakan atau perbuatan.
Hasrat harus diolah dan ditumbuhkan dalam pembelajaran seni tari dengan menggunakan apresiasi. Karena mengandung kepekaan estetik.

Begitu pula dalam berekspresi seni juga mengandung kepekaan estetik, dan dalam berkreasi seni bergulat dengan keestetikaan. Proses yang demikian ini akan menjadikan pengalaman estetik bagi peserta didik. Ketika pengalaman ini dilakukan berulang, maka daya apresiasi siswa terhadap seni tari semakin meningkat. Dengan begitu dapat memotivasi siswa terhadap pembelajaran seni tari di kelas.

Hal ini juga penulis terapkan di SMK Negeri 1 Bawen, Kabupaten Semarang. ada beberapa langkah yang dikembangkan. Pertama, mengenalkan materi secara kontekstual disertai penikmatan dengan cara menyaksikan sebuah sajian tari yang akan diapresiasi. Kedua, memahami secara tekstual dan kontekstual.

Pemahaman tekstual adalah pemahaman tentang seninya dalam hubungannya dengan materi teks/tarinya. Berkaitan segala sesuatu yang berkait dengan teks/materi tari.

Pemahaman konteks bisa dihubungkan keadaan dan kesejarahan munculnya tari, lingkungan sosial budaya, keadaan dan kesejarahan lingkungan fisik atas tari yang diapresiasi tersebut. Bisa juga dihubungkan dengan keadaan kehidupan sehari- hari si apresiator. Dalam pemahaman konteks ini semakin lengkap yang dikaitkan dengan keberadaan tari itu semakin bagus.

Apresiasi inilah yang kita namakan pembelajaran tari melalui pendekatan apresiasi. Gerak selanjutnya adalah pendekatan kreasi yang berangkat dari hasil apresiasi. Melalui apresiasi baik, akhirnya akan tumbuh ide dan konsep. Apresiasi terhadap tari berbagai genre akan menumbuhkan ide baru berkait tari kreasi masing-masing siswa. Dari situ akan menuju penuangan ide dan gerak.

Jika ide dan konsep masing-masing mahasiswa berbeda, tentu akan lebih berbeda lagi pada penggunaannya. Sekalipun misalnya sama, penuangannya pasti berbeda. Yang dimaksud kaitannya bagaimana ide dan konsep itu diwujudkan dalam bentuk tarian.

Berpijak dari penuangan ide dan konsep akan berkait erat dengan kemampuan masing-masing siswa dalam menghubungkan apa yang ada di benak mereka. Menghubungkan setiap ide dengan konsep berbeda akan menghasilkan ragam gerak yang berbeda. Ide tertentu yang sama serta konsep tertentu yang sama tidak akan menjadikan gerakan tari yang dimunculkan anak akan sama. Apalagi jika ide dan konsepnya berbeda tentu akan menghasilkan gerak tari yang sangat berbeda.

Bergerak dari kemampuan menghubungkan berkaitan dengan ide dan konsep akan menumbuhkan jalinan ide, konsep. Sekaligus menghubungkan untuk mendapatkan sesuatu yang baru. Di sinilah akan muncul berbagai macam gerakan yang terangkai. Menggambarkan segala sesuatu yang ada di benak anak berkait dengan ide dan konsepnya. Dalam berkreasi tari setiap anak akan menghasilkan jenis tarian yang berbeda. Sekalipun yang digambarkan atau tema tarian yang digunakan sama.

Motivasi mengacu pada suatu proses aktivitas yang diarahkan pencapaian tujuan. Motivasi mempengaruhi semua aktivitas kelas. Karena dapat mempengaruhi pembelajaran perilaku dan kinerja perilaku. Serta pembelajaran dan berbagai tindakan diri dapat mempengaruhi motivasi melaksanakan tugas berikutnya.

Pembangunan motivasi harus disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai. Jika mengarah kegiatan apresiasi, maka motivasi harus dibangun atas dasar pemahaman apresiasi dalam pertunjukkan seni. Langkah pembelajaran kreasi dapat dilakukan melalui mengembangkan ide dan konsep yang didapat dari hasil apresiasi, penuangan ide dan konsep. Kemampuan menghubungkan ide dan konsep, membuat jalinan ide dan konsep serta menghubungkan untuk mendapatkan sesuatu yang baru, hasil berupa produk baru. (*/fth)


Guru Seni SMK Negeri 1 Bawen, Kabupaten Semarang Editor : Agus AP
#Motivasi Belajar #Indun Mutamimah #Guru Seni #SMK Negeri 1 Bawen #Apresiasi Seni Tari