Perbedaan draf depan dan belakang terjadi karena adanya momen gaya yang bekerja secara membujur pada kapal, yang mengakibatkan adanya perpindahan point of gravity bergeser secara longitudinal sejajar dengan arah pergeseran benda yang mengalami pergeseran tersebut.
Trim dibagi menjadi tiga, yaitu trim by ahead, trim by astern dan even keel. Untuk memberikan penjelasan dan pemahaman yang lebih mudah kepada peserta didik, maka diperlukan alat peraga sederhana yang efisien dalam proses pembelajaran tersebut.
Menurut Suyono dkk (2012:9), belajar adalah suatu aktivitas untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap dan mengokohkan kepribadian. Jadi dalam belajar terdapat proses usaha yang dilakukan oleh seseorang dalam memperoleh suatu perubahan melalui pengalamannya untuk memperoleh pengetahuan yang lebih baik. Untuk mempermudah proses belajar diperlukan alat peraga yang efisien.
Pengertian alat peraga menurut Nana Sujana (2014:99) merupakan segala sesuatu yang masih bersifat abstrak lalu dikonkretkan untuk menjelaskannya kembali agar peserta didik lebih memahaminya.
Alat peraga yang digunakan dalam penyampaian materi diusahakan yang sederhana sehingga dapat tercapai pembelajaran yang efisien. Pembelajaran pada hakikatnya tidak hanya menyampaikan pesan tetapi juga aktivitas profesional yang menuntut guru dapat meggunakan keterampilan dasar mengajar secara terpadu serta menciptakan situasi efisien (Dimyati 2006:18).
Dalam pembelajaran materi trim kapal, penulis menggunakan alat peraga sederhana yang efisien dalam artian mudah disediakan atau dibuat oleh peserta didik. Sebelum pembelajaran dimulai peserta didik ditugaskan membuat bangunan kapal secara membujur dari bahan kertas yang tebal, yang dapat menggambarkan bagian draf depan, draf tengah dan draf belakang sebuah kapal. Walaupun alat peraga sederhana tetapi tidak mengurangi fungsinya untuk menggambarkan benda yang sesunggguhnya.
Pada masing-masing bagian draf kapal diberi tanda bagian tingginya. Guru menjelaskan definisi trim kapal yang selanjutnya dilanjutkan dengan penjelasan macam trim yang dapat terjadi pada sebuah kapal, yaitu trim by ahead, trim by astern dan even keel. Dengan penjelasan yang detail dan berulang, guru menggambarkan jenis trim kapal dengan menggunakan alat peraga. Pada saat menjelaskan jenis trim kapal, peserta didik mengamati pada alat peraga sederhana yang telah dibuatnya.
Dengan memadukan penjelasan guru dan alat peraga sederhana, peserta didik lebih mudah dan lebih cepat memahami materi trim kapal. Dengan peserta didik mengamati alat peraga yang menggambarkan materi maka penyampaian materi akan lebih mudah. Walaupun alat peraga yang digunakan sederhana tetapi tidak mengurangi peranan dan fungsi alat peraga sebagai sarana untuk menanamkan dan memahami pengertian serta jenis-jenis trim yang dapat terjadi pada sebuah kapal.
Setelah guru selesai menyampaikan materi, peserta didik membentuk kelompok untuk berdiskusi dengan anggotanya mengenai materi trim kapal dengan menggunakan alat peraga yang sudah ada pada masing-masing peserta didik. Dengan diskusi dan penggunaan alat peraga maka akan terjadi proses pembelajaran yang berulang-ulang mengenai suatu materi. Dengan proses demikian maka pemahaman konsep-konsep materi oleh peserta didik akan lebih efisen. Pembelajaran trim kapal pada peserta didik SMKN 1 Bulakamba, Brebes, program keahlian NKPI dengan menggunakan alat peraga sederhana dapat berjalan dengan efisien dalam meningkatkan kompetensi peserta didik. (dd2/lis)
Guru Produktif NKPI SMKN 1 Bulakamba, Kabupaten Brebes Editor : Agus AP