Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Belajar Sistem Sirkulasi Lebih Menyenangkan dengan Role Playing

Agus AP • Jumat, 10 September 2021 | 20:08 WIB
Yuliati Khasanah, S.Si
Yuliati Khasanah, S.Si
RADARSEMARANG.ID, Belajar di kelas tentu telah menjadi menu harian untuk guru dan para peserta didik di sekolah. Sebagai fasilitator utama di kelas, guru sangat berperan untuk membuat menu harian ini selalu segar, menarik, dan tidak membosankan. Dengan suasana kelas yang menyenangkan, peserta didik akan menikmati kegiatan belajar tanpa perasaan tertekan.

Dalam konteks pembelajaran yang menyenangkan, peserta didik lebih diarahkan untuk memiliki motivasi belajar yang tinggi dengan menciptakan situasi belajar yang menyenangkan dan menggembirakan. Hal ini sesuai Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 pasal 40 ayat 2 yang berbunyi “guru dan tenaga pendidik berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis”.

Pembelajaran dikatakan menyenangkan apabila di dalamnya terdapat suasana yang rileks, bebas dari tekanan, aman, menarik, bangkitnya minat belajar, adanya keterlibatan penuh, perhatian peserta didik tercurah. Sebaliknya, pembelajaran menjadi tidak menyenangkan apabila muncul suasana tertekan, perasaan terancam, perasaan menakutkan.

Merasa tidak berdaya, tidak bersemangat, malas/tidak berminat, jenuh, suasana pembelajaran monoton, pembelajaran tidak menarik siswa (Indrawati dan Wawan Setiawan, 2009: 24).

Guru harus mampu memilih metode pembelajaran yang tepat sesuai karakteristik materi yang diajarkan dan kemampuan peserta didik. Dalam pembelajaran biologi kelas XI MIPA 1 di MAN 2 Semarang pada materi sistem sirkulasi KD 3.6 menganalisis hubungan struktur jaringan penyusun organ pada sistem sirkulasi dalam kaitannya dengan bioproses dan gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem sirkulasi manusia dengan IPK menganalisis mekanisme peredaran darah dilaksanakan dengan metode role playing agar pembelajaran berjalan lebih menyenangkan.

Menurut Hamdani (2011:87), pembelajaran role playing adalah suatu metode menguasai suatu materi-materi pelajaran dengan mengembangkan imajinasi dan penghayatan peserta didik.

Metode pembelajaran ini memfasilitasi peserta didik untuk bermain peran pada skenario tertentu. Peserta didik diberikan kartu peran (role card) untuk dipelajari kemudian dipraktikkan dalam suatu situasi permainan peran sesuai dengan skenario yang telah ditentukan sebelumnya.

Agar metode role playing dapat berhasil dengan efektif perlu dipertimbangkan langkah-langkah model pembelajarannya. Pertama, guru menyusun skenario yang akan ditampilkan. Kedua, guru menunjuk beberapa peserta didik untuk mempelajari skenario beberapa hari sebelum KBM. Ketiga, guru membentuk kelompok peserta didik yang anggotanya 5 orang. Keempat, guru menjelaskan tentang kompetensi yang ingin dicapai. Kelima, guru memanggil para peserta didik yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan.

Keenam, peserta didik duduk dikelompoknya masing-masing sambil mengamati skenario yang sedang diperagakan. Ketujuh, setelah selesai pementasan, masing-masing kelompok dibagikan lembar diskusi untuk dibahas dalam kelompoknya. Kedelapan, masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya. Kesembilan, guru memberikan kesimpulan secara umum. Sepuluh, evaluasi dan penutup.

Berdasarkan hasil pengamatan dari proses pembelajaran yang sudah dilakukan, penerapan metode role playing pada materi sistem sirkulasi KD 3.6 dengan IPK menganalisis mekanisme peredaran darah di kelas XI MIPA 1 MAN 2 Semarang cukup efektif untuk meningkatkan motivasi maupun hasil belajar peserta didik.

Peserta didik sangat antusias mengikuti kegiatan belajar mengajar. Kelas menjadi lebih hidup dan dinamis, juga memunculkan kesan yang kuat dan tahan lama dalam memori peserta didik.

Namun ada beberapa kelemahan dari metode role playing antara lain memerlukan waktu yang relatif lama. Perlu kreativitas dan daya kreasi yang tinggi untuk dapat menyusun skenario dengan baik agar alur yang dibuat mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan. Kebanyakan peserta didik merasa malu ketika bermain peran sehingga perlu persiapan yang lebih lama agar role playing dapat berjalan dengan baik dan tidak mengalami kegagalan. (ss2/lis)



Guru Biologi MAN 2 Semarang Editor : Agus AP
#Guru MAN #Biologi #Role Playing