Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Praktik Pengamatan Fermentasi Tape, Belajar Bioteknologi Makin Mudah

Agus AP • Minggu, 18 Juli 2021 | 00:54 WIB
Hapsari S.Pd
Hapsari S.Pd
RADARSEMARANG.ID, METODE praktikum adalah suatu cara mengajar yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu fakta yang diperlukan atau ingin diketahuinya, Soekarno (1990:14). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yaitu bagian dari pengajaran yang bertujuan agar siswa mendapat kesempatan untuk menguji dan melaksanakan dari keadaan nyata apa yang diperoleh dari teori.

Namun di masa pandemi Covid-19 ini, kegiatan belajar praktikum terbatasi, karena pembelajaran tatap muka belum diperbolehkan pemerintah. Kini digantikan dengan pembelajaran daring dari rumah. Namun guru tetap dapat memberikan tugas kepada peserta didik untuk melakukan kegiatan praktikum walaupun dilaksanakan secara mandiri dari rumah masing-masing siswa. Kegiatan ini dilaksanakan di kelas IX di SMPN 19 Semarang pada semester 2 ini dengan KD 4.7 membuat salah satu produk bioteknologi konvensional yang ada di lingkungan sekitar siswa dengan cara penugasan praktik pengamatan fermentasi pada pembuatan tape disertai laporan dan dokumentasi kegiatannya.

Mengapa membuat tape? Karena hanya membutuhkan alat dan bahan yang mudah didapat serta biaya yang minim tugas ini dapat dilaksanakan dengan mudah dan tidak memberatkan orang tua siswa. Namun tidak membatasi bila ada peserta didik yang menginginkan praktikum membuat donat atau tempe, diperbolehkan sepanjang praktik tersebut berada dalam lingkup bioteknologi konvensional di bidang pangan yang bercirikan adanya proses fermentasi pada kegiatan tersebut.

Penugasan praktikum pembuatan tape ini diawali dengan penjelasan singkat materi bioteknologi melalui video conference (vicon). Kemudian guru menyampaikan LKPD kepada peserta didik dan memberikan waktu yang cukup untuk melaksanakan kegiatan di rumah masing-masing serta mengumpulkannya pada link yang ditentukan guru.

Adapun cara pembuatan tape singkong antara lain, mengupas singkong dan mencuci bersih, memotong singkong dengan panjang 5-10 sentimeter, mengukur singkong sampai matang, menempatkan singkong yang telah matang pada wadah yang berpenutup dan membiarkan sampai dingin, menaburkan ragi pada singkong secara merata dan menutup wadah, menyimpan di tempat yang hangat selama 2-3 hari. Setelah itu peserta didik dapat mengamati tekstur, rasa, dan aromanya. Dalam hal ini, bahan baku bisa divariasi dengan beras ketan, ubi jalar, sukun atau bahan makanan lain yang mengandung karbohidrat. Semakin banyak variasi bahan baku yang digunakan peserta didik dalam praktik dalam satu kelas, maka akan didapat pengetahuan yang beragam tentang proses fermentasi pada beberapa bahan makanan yang berbeda.

Hal ini akan menambah ketertarikan siswa terhadap materi pelajaran bioteknologi. Pendokumentasian kegiatan peserta didik pada setiap tahap praktik sangatlah penting karena dapat membuktikan bahwa kegiatan praktik benar-benar dilaksanakan secara mandiri. Setelah peserta didik selesai praktik, mereka menuliskan laporan praktik yang di dalamnya meliputi tujuh aspek yaitu, judul, tujuan, landasan teori, hasil pengamatan, kesimpulan disertai lampiran foto-foto kegiatan. Laporan praktik ini dapat ditulis tangan di kertas folio kemudian difoto atau laporan dapat diketik komputer. Kemudian dikirimkan dalam bentuk file pdf ke link penugasan di GCR atau Ms 365 yang guru gunakan.
Peserta didikpun diberi waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas ini misalnya seminggu dengan harapan dapat dikerjakan dengan baik dan semuanya mengumpulkan laporan. Apabila ada peserta didik yang mengerjakan tugas dengan cepat dan mengumpulkan laporan lebih awal dari teman-temannya, guru dapat memberikan tambahan nilai sebagai penghargaan terhadap semangat dan antusiasmenya dalam belajar.

Dengan melalui kegiatan belajar praktik membuat tape ini, mata pelajaran IPA materi bioteknologi terasa mudah dan mengasyikkan. Selain pembuktian dari teori yang mereka dapatkan dan pemahaman materi, peserta didik memiliki keterampilan untuk membuat suatu produk pangan dengan sederhana (membuat tape) yang mungkin dapat dipraktikkan kembali pada saat dibutuhkan dan bermanfaat bagi kehidupan mereka. (ipa1/ida)



Guru IPA SMPN 19 Semarang dan hapsarin341@gmail.com Editor : Agus AP
#Fermentasi #IPA #Guru SMP #Belajar Bioteknologi