Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Kolaborasi Kunci Kemenangan Permainan Rounders

Agus AP • Sabtu, 17 Juli 2021 | 23:59 WIB
Putarto, S.Pd
Putarto, S.Pd
RADARSEMARANG.ID, Rounders adalah sebuah permainan bola kecil dengan teknik dasar yang hampir sama dengan permainan kasti. Yaitu melempar, menangkap, dan memukul ditambah dengan keterampilan mengetik dan menghindari sentuhan bola. Permainan rounders merupakan sebuah perminan beregu yang diharapkan menunjukkan nilai sportifitas, kerja sama, tanggung jawab, dan disiplin.

Untuk dapat memenangkan permainan dalam satu tim perlu adanya kerja sama antara pemain yang satu dengan pemain lainnya dalam satu tim. Karena rounders merupakan permainan yang dimainkan oleh 2 tim secara berlawanan. Dalam hal ini ada tim pemukul dan tim penjaga.

Permainan rounders merupakan bagian pembelajaran dari KD 4.1 Mempraktikkan variasi gerak spesifik dalam berbagai permainan bola besar/kecil sederhana dan atau tradisional materi yang diajarkan di SMP Negeri 2 Sawangan pada kelas IX semester gasal.

Dalam buku Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (2018) karya Suherman, dijelaskan rounders adalah cabang olahraga yang hampir sama dengan base ball dan soft ball. Permainan rounders ada sejak tahun 1974 dan sudah lama dimainkan di Inggris pada zaman Tudor dengan referensi di sebuah buku Pocket Pretty Little disebut “dasar Bola”.

Dalam permainan rounders dibutuhkan sebuah kolaborasi untuk menumbuhkan kualitas dalam bermain rounders. Kolaborasi salah satu alternatif untuk meningkatkan permainan rounders, karena dengan kolaborasi akan menggugah para pemain dalam timnya, kerja sama dapat melatih kepercayaan antarpemain untuk bahu-membahu meraih kemenangan.

Jumlah pemain rounders yang terdiri dari dari 9 pemain, terdiri dari pitcher, catcher, fist baseman, second baseman, third baseman, short stop, left fielder, right fielder, dan center fielder. Bentuk kolaborasi, misalnya saja dengan mempercayakan pemain untuk memikirkan strategi terbaik, mempercayakan pukulan bola pada rekan dengan harapan mampu menghidari sentuhan bola, atau mempercayakan seseorang menjadi pitcher, adalah bentuk kerja sama dalam sebuah tim.

Jika sudah terbiasa untuk mempercayai orang lain, ia akan lebih terbuka dalam menerima saran dan kritik, sehingga dapat memaksimalkan kemampuan yang dimiliki. Kepercayaan dengan orang lain juga bisa menumbuhkan semangat yang luar biasa dalam pertandingan. Kerja sama juga dapat menumbuhkan sikap saling menghargai. Kerja sama memberikan operan bola pada teman menandakan pemain menghargai teman sesama pemain sebagai anggota tim. Dia yang mendapatkan operan bola juga pastinya akan menghargai kepercayaan dari teman sesama tim, sehingga semangat untuk menang bisa lebih besar.

Selain itu, kerja sama antarpemain dalam tim juga membuat bisa lebih mengenal kemampuan masing-masing anggota tim. Jadi, bisa saling mengisi untuk menciptakan kemenangan yang indah dalam pertandingan. Untuk memiliki tim yang kompak dan solid, dibutuhkan kerja sama yang dilandasi oleh komunikasi yang baik. Secara tidak sadar, kerja sama yang ditanamkan sejak awal ikut melatih cara orang untuk berkomunikasi. Hubungan yang terjalin dengan akrab membuat pemain tim merasa menjadi bagian dari keluarga dan membantu mereka untuk mendorong mood atau semangat, terutama saat sedang terpuruk.

Tim dengan kolaborasi yang baik biasanya memiliki semangat sportivitas yang tinggi. Tidak hanya bisa diaplikasikan saat berolahraga dan berkompetisi, tapi nantinya akan terbiasa bersaing sehat saat sudah masuk ke lingkungan yang asing, seperti menjadi siswa atau karyawan. Selain itu, bertanding untuk mencapai tujuan yang sama juga mengajarkan tentang nilai kerja keras, komitmen, dan dedikasi. (pm2/lis)



Guru PJOK SMPN 2 Sawangan, Kabupaten Magelang
Editor : Agus AP
#Guru SMP #PJOK