Idealnya pembelajarn PAPB dengan partisipasi langsung orang tua dalam pembentukan karakter siswa melalui kegiatan atau aktivitas berbasis pendidikan, seperti nonton bareng film keluarga, family gathering, dan lainnya. Orang tua melakukan kegiatan penumbuhan karakter berbasis rumah, seperti kegiatan beribadah bersama, makan bersama, mendongeng sebelum tidur, atau melakukan hobi bersama seluruh anggota keluarga dan sebagainya. Faktanya, berbagai halangan dan kesibukan orang tua tidak dapat terlaksana kegiatan keluarga karena kesulitan dan kendala yang dihadapi baik dari segi ekonomi maupun ketersediaan waktu dan kesempatan. Guru PAPB dalam hal ini harus mampu menjembatani kesenjangan dengan lebih intensif berkomunikasi dengan orang tua melalui kegiatan dengan waktu singkat tapi efektif. Misalnya dengan kegiatan bertemu setiap akhir bulan guna memantau berkembangan siswa dari sikap, perkembangan penguasaan pengetahuan, dan keterampilan. Kegiatan konseling ini mutlak diperlukan agar terjalin kerjasama guru dan orang tua dalam mensukseskan tercapainya hasil pembelajaran PAPB yang harus dipaktikkan siswa di rumah. Tentu berkaitan dengan peran orang tua dalam pembimbingan.
Dengan begitu, pembelajaran PAPB benar-benar membekali siswa saat terjun di tengah masyarakat, menanggulangi pengaruh negatif dari derasnya hantaman teknologi yang tak dapat dipungkiri membawa pengaruh bagi perkembangan moral dan mental siswa. Guru PAPB dapat membantu orang tua dalam mengurangi efek negatif dari gadget, TV, video game, facebook, dan media yang lain. Dengan memberikan pengarahan orang tua tentang cara-cara efektif memberikan kesadaran pada anak serta pengawasan terhadap penggunaan media sosial melalui pendampingan dan bimbingan orang tua. Hal ini sangat penting bagi siswa SD yang belum memiliki pemikiran tentang perlindungan diri dari pengaruh dunia luar. Perlindungan diri anak usia SD memang menjadi kewajiban orang tua yang sepenuhnya dekat dengan sang buah hati.
Untuk itu, guru PAPB harus menguasai cara-cara berkomunikasi dengan orang tua siswa sehingga dapat efektif dalam menjalin kerjasama mendidik tunas-tunas bangsa menjadi generasi emas yang dicanangkan pemerintah. Generasi emas yang cerdas berilmu dan berkarakter sesuai jiwa Pancasila serta siap memajukan, menjaga, dan membela kehormatan bangsa dan Negara Indonesia. Tantangan baru bagi para pendidik SD harus terus belajar dan meningkatkan kemampuan tentang pentingnya komunikasi efektif dengan orang tua siswa untuk dapat saling bahu membahu menciptakan karakter kuat pada siswa.(pg2/ida)
Guru PAPB SMPN 1 Taman, Kabupaten Pemalang. Editor : Agus AP