Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Media LFB Mampu Tingkatkan Ketrampilan Menulis Teks Non-Fiksi

Agus AP • Rabu, 10 Maret 2021 | 16:43 WIB
Siti Khasanah, S.Pd.SD.
Siti Khasanah, S.Pd.SD.
RADARSEMARANG.ID, Pemerintah mewajibkan mata pelajaran bahasa Indonesia sebagai bahan pembelajaran di sekolah dasar sebagai perwujudan dalam melaksanakan kurikulum pendidikan. Menurut Saddono dalam Chakiki dan Rukmi (2017:369) kegiatan menulis sangat baik diajarkan mulai kelas awal sekolah dasar, yaitu dengan cara menulis ungkapan sebuah ide, ilmu pengetahuan, serta pengalaman hidup mereka. Karena dengan pembiasaan melalui praktek dapat memunculkan minat siswa dalam mengembangkan tulisan, tidak hanya ide baru yang dituangkan, kegiatan menulis yang dapat diajarkan adalah berlatih menulis kembali isi teks berdasarkan tulisan yang sebelumnya telah dibaca.

Nurgiyantoro (2013:367) berpendapat bacaan nonfiksi merupakan sesuatu yang bukan bersifat imajinatif, tetapi sesuatu yang ada dan bisa ditemukan secara empiris. Keterampilan menulis kembali isi teks nonfiksi merupakan kegiatan menuliskan kembali hal-hal yang telah dipelajari dari teks yang ditulis menggunakan kata-kata dengan kalimat sendiri. Sebelum menulis kembali teks nonfiksi, siswa harus memahami setiap informasi penting dari teks dan menentukan ide pokok serta ide penjelas masing-masing paragraf. Selanjutnya siswa dapat merangkai kerangka paragraf dan mengembangkan paragraf dalam tulisan baru menggunakan informasi dari teks yang ditulis dengan kalimat sendiri dan tetap memperhatikan ejaan yang baku.

Kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri 02 Mesoyi pada KD 4.7 Tentang ketrampilan menulis teks non-fiksi masih belum maksimal. kemampuan menulis siswa masih rendah terutama pada materi menulis teks nonfiksi dengan kalimat sendiri. Kegiatan pembelajaran juga kurang variatif dan cenderung berpusat pada guru, sehingga para siswa merasa jenuh dan kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. Untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya dengan memilih media pembelajaran yang menarik.

Media pembelajaran adalah salah satu strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar dan kualitas pembelajaran. Media Lift the Flap Book (LFB) merupakan salah satu buku yang menyajikan gambar dan menambah wawasan atau pengetahuan yang layak diterapkan dalam pembelajaran sekolah dasar. Ainurrohmah (2018:103) mengatakan bahwa LFB adalah sebuah buku yang memiliki bagian jendela yang memuat uraian materi dan gambar, yang pada jendela tersebut bisa dibuka atau ditutup seperti jendela pada umumnya. Jendela ini dapat berisi materi secara singkat sehingga siswa menjadi lebih fokus dan lebih mudah memahami materi. Penggunaan media LFB pada muatan bahasa Indonesia materi teks nonfiksi ini disusun dengan tujuan untuk memberikan tampilan visual yang menarik dalam 29 sebuah teks ataupun cerita melalui ilustrasi gambar yang disajikan. Adapun langkah pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai berikut : Pertama, guru menjelaskan materi terkait dengan teks non fiksi. Kedua, guru membagi siswa kedalam kelompok kecil dan disediakan media LFB disetiap kelompoknya untuk dibaca. Karena konten dari media FLB yang menarik maka antusias siswa untuk membaca dan memahami bacaan menjadi lebih mudah. Selain itu agar bacaan menjadi menarik, cara-cara yang harus diperhatikan adalah menyangkut penyampaian gagasan, pengurutan materi, maupun penyiasatan bahasa. Setelah siswa memahami isi bacaan guru meminta mereka untuk menuliskan kembali isi dari bacaan yang telah mereka selesaikan. Terakhir, teknik tes yang digunakan adalah penilaian unjuk kerja. Tes unjuk kerja berupa hasil keterampilan menulis kembali teks nonfiksi, sedangkan instrumen penskoran menggunakan rubrik penilaian.

Pada praktik menulis teks non-fiksi sangat dimungkinkan dengan menggunakan media LFB. Dengan media ini terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini bisa dilihat dari persentase kenaikan rata-rata pada tes akhir hingga mencapai 75,2 %. (gb1/ton)



Guru SDN 02 Mesoyi Kec. Doro Kab. Pekalongan Editor : Agus AP
#Guru Bahasa Indonesia #SD