Dengan pembelajaran ini peserta didik diharapkan mampu menulis cerita fiksi yang berkaitan dengan pengalaman pribadinya. Banyak pengalaman dalam kehidupan sehari-hari yang bisa kita gunakan untuk membuat cerita fiksi. Misalnya karakter tokoh atau seseorang yang baik tentang kejujuran, ketulusan, ketekunan dan kesabaran maupun karakter yang tidak baik misalnya kecurangan, kesombongan, kecerobohan dan keserakahan.
Untuk memudahkan siswa menemukan pengalaman pribadi siswa, guru perlu memancing imajinasi peserta didik, salah satunya dengan media video. Melalui video kisah inspiratif yang diambil dari chanel YouTube celah terang. Sebuah chanel yang memuat kumpulan kisah inspiratif, motivasi dan pola pikir. Pertimbangan penulis menggunakan media video kisah inspiratif karena siswa dapat memutar berulang-ulang, muatan konten yang menarik dan menyenangkan. Tampilan video disertai gambar dan ilustrasi musik yang sesuai usia anak sekolah dasar, disertai narasi suara dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Konten video berupa cerita fabel atau dongeng dunia binatang yang dapat memberikan inspirasi nilai moral. Tidak hanya bermanfaat bagi peningkatan kemampuan otak, dongeng juga bisa jadi momen bonding bagi anak dan orang tua. Beberapa contoh judul video kisah inspiratif yang dapat digunakan untuk media pembelajaran adalah belajar dari kisah lalat dan semut, belajar dari kisah anak kelinci yang cacat. Belajar dari kisah katak dan siput, belajar dari seekor keledai dan sumur tua. Memahami hidup dengan belajar ilmu padi dan pelajaran berharga dari pohon bambu.
Adapun proses pembelajaran jarak jauh di kelas VI SD Negeri 01 Sumubkidul adalah secara daring guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Yaitu agar siswa dapat menyusun cerita fiksi dari pengalaman pribadi, melalui video kisah inspiratif. Selanjutnya siswa diberikan penjelasan tentang langkah-langkah menulis cerita fiksi. Yaitu menentukan tema dan judul berdasarkan pengalaman, menentukan tokoh, menciptakan konflik atau permasalahan. Mengurutkan pengalaman menjadi alur awal, tengah, dan akhir, dan mengembangkan alur menjadi sebuah cerita fiksi yang utuh.
Kemudian guru mengirim link video kisah inspiratif yang berjudul belajar dari kisah lalat dan semut. Siswa menyaksikan dan mendengarkan video melalui smartphone dengan penuh penghayatan. Siswa menuliskan cerita dari narasi video secara cermat. Kemudian menentukan tema, tokoh-tokoh, bentuk konflik dan alurnya. Judul cerita dibuat dengan pilihan kata yang tepat dan menarik. Setelah itu siswa menuliskan kembali dengan bahasa yang baik dan ejaan yang benar seningga menjadi sebuah cerita fiksi. Pada bagian akhir perlu dilengkapi dengani hikmah dari cerita tersebut. Setelah selesai siswa mengirimkan hasil karyanya secara perorangan.
Sebagai upaya memperbanyak latihan menulis cerita fiksi ini, siswa diberi tugas dengan video kisah inspiratif dengan judul-judul yang lain hingga siswa mampu menulis cerita fiksi secara mandiri. Dengan menggunakan video kisah inspiratif yang dikaitkan pengalaman pribadi untuk pembelajaran menulis cerita fiksi tersebut banyak manfaatnya. Motivasi siswa meningkat, belajar di rumah terasa menyenangkan, secara tidak langsung siswa mendapatkan penanaman nilai-nilai karakter dan kemampuan menulis cerita fiksi dapat berhasil dengan baik. (ti2/lis)
Guru SD Negeri 01 Sumubkidul, Sragi, Kabupaten Pekalongan Editor : Agus AP