Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran matematika di SD masih bersifat konvensional. Guru kurang memberi motivasi, sehingga siswa kurang paham dengan materi yang disampaikan. Siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran, kurang memaksimalkan kelompok belajar, dan kurang telatennya berlatih secara berulang-ulang serta pemilihan metode yang kurang tepat.
Sehingga mengakibatkan rendahnya pemahaman siswa dalam mencerna pada mata pelajaran matematika materi. Ini terbukti pada siswa kelas V SDN Rowolaku, dengan hasil ulangan terus menerus menurun terutama pada materi menaksir data.
Kemudian penulis menerapkan metode supaya peserta didik kembali lagi termotivasi belajarnya, yaitu metode discovery learning (DL). DL adalah salah satu metode dalam pengajaran teori kognitif dengan mengutamakan peran guru dalam menciptakan situasi belajar yang melibatkan siswa belajar secara aktif dan mandiri. Metode pembelajaran discovery (penemuan) adalah metode mengajar yang mengatur pengajaran sedemikian rupa sehingga anak memperoleh pengetahuan yang sebelumnya belum diketahuinya itu tidak melalui pemberitahuan, sebagian atau seluruhnya ditemukan sendiri.
Langkah-langkah dalam mengaplikasikan model discovery learning di kelas sebagai berikut : pertama, pemberian rangsangan, berfungsi untuk menyediakan kondisi interaksi belajar. Kedua, identifikasi masalah. Memberikan kesempatan siswa untuk mengidentifikasi dan menganalisis permasasalahan yang mereka hadapi. Ketiga, pengumpulan data. Tahap ini berfungsi untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya hipotesis. Keempat, pengolahan data. Data processing disebut juga dengan pengkodean coding/kategorisasi yang berfungsi sebagai pembentukan konsep dan generalisasi. Dari generalisasi tersebut siswa akan mendapatkan pengetahuan baru tentang alternatif jawaban/penyelesaian yang perlu mendapat pembuktian secara logis.
Kelima, pembuktian verification menurut Bruner, bertujuan agar proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya.
Keenam, menarik kesimpulan. Setelah menarik kesimpulan siswa harus memperhatikan proses generalisasi yang menekankan pentingnya penguasaan pelajaran atas makna dan kaidah atau prinsip-prinsip yang luas yang mendasari pengalaman seseorang, serta pentingnya proses pengaturan dan generalisasi dari pengalaman-pengalaman itu.
Setelah diterapkannya metode DL ini maka membuat pembelajar memiliki motivasi yang tinggi. Karena memberikan kesempatan kepada mereka untuk melakukan eksperimen dan menemukan sesuatu untuk diri mereka sendiri. Sehingga tahap demi tahap siswa bersemangat lagi untuk mengikuti pelajaran di kelas. (ce2.3/lis)
Guru Kelas V SDN Rowolaku, Kec. Kajen, Kabupaten Pekalongan Editor : Agus AP