Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pembelajaran Report Text melalui Letter In The Bottle

Agus AP • Sabtu, 27 Februari 2021 | 18:14 WIB
Lolitarini Dear Nusaningtyas, S. Pd.
Lolitarini Dear Nusaningtyas, S. Pd.
RADARSEMARNG.ID, PEMBELAJARAN bahasa Inggris tentang pemahaman teks selama ini sering dianggap ‘momok’ bagi siswa karena dianggap pelajaran yang sulit. Anggapan ini dipicu oleh berbagai faktor antara lain perkembangan teknologi informasi, terutama adanya internet membuat siswa menjadi malas dan kreatif saat diberi tugas membuat teks secara mandiri. Mereka akan memilih membuka internet, men-download sebuah teks yang mereka inginkan, lalu mencetaknya atau ditulis dan diakui sebagai karya pribadi.

Menyiasati hal ini, guru lebih ditantang untuk mempersiapkan dan membuat siswa lebih aktif, kreatif dan mandiri. Guru harus mampu menciptakan kondisi yang tidak membosankan dan dapat menghemat waktu karena merupakan aktivitas kelas.

Pada pembelajaran Report Text di Kelas IX, penulis mengamati bahwa siswa mengalami kesulitan dalam belajar. Kesulitan utama terletak pada pemahaman teks. Siswa cenderung malas untuk membedakan jenis teks, mendefinisikan, mengetahui ciri-cirinya, menganalisanya, bahkan membuat teks secara mandiri. Materi Report Text merupakan jenis teks yang digunakan untuk salah satu jenis teks dalam bahasa Inggris yang menjelaskan detail suatu objek. Detail dalam teks ini adalah detail ilmiah yang meliputi penjabaran objek, baik fisik maupun nonfisik dari fakta-fakta ilmiah tentang objek tersebut. Tujuan komunikatif dari teks ini adalah menyampaikan informasi tentang sesuatu secara apa adanya sebagai hasil pengamatan sistematis atau analisis. Informasi yang dideskripsikan dapat meliputi gejala alami, lingkungan, gejala sosial atau benda buatan manusia. Struktur teks (Generic Structure) dari teks deskriptif adalah General Classification (Bagian ini berisi pernyataan umum yang menjelaskan keterangan objek dari Report Text) dan Description (Bagian ini biasanya memberikan gambaran fenomena atau situasi yang terjadi, baik bagian-bagiannya, sifat, kebiasaan ataupun tingkah lakunya. Pada intinya, bagian ini menjabarkan klasifikasi yang disajikan secara ilmiah). Unsur gramatika yang pada umumnya digunakan antara lain pelaku khusus (specific participants), kata kerja atributif dan identifikasi, kalimat simple present, dll. (Gerot & Wignell, 1994).

“Letter In The Bottle” (Surat dalam botol) didefinisikan sebagai “ permainan pembelajaran menyenangkan yang dilakukan secara berkelompok dengan menggunakan botol plastik bekas minuman yang didalamnya terdapat kertas yang berisi petunjuk rinci cara membuat paragraf report dan juga sejumlah vocabulary yang harus digunakan dalam paragraf sebagai kata bantu. Masing-masing “Letter In The Bottle” (Surat dalam Botol) memiliki vocabulary yang berbeda, sehingga setiap tim harus membuat cerita yang berbeda.

“Letter In The Bottle” merupakan salah satu permainan yang penulis terapkan pada pembelajaran Report Text di Kelas IX SMP Negeri 1 Buaran pada semester genap. Bagaimanakah cara bermain Letter In The Bottle dalam pembelajaran Report Text? Kegiatan pembelajaran diawali dengan kegiatan kelompok kerja. Report Text yang akan dipelajari adalah tentang binatang. Guru menuliskan nama dan ciri-ciri binatang di papan tulis, siswa menyalinnya di buku tulis. Kemudian siswa siap membentuk kelompok. Guru membagi setiap kelompok sebuah botol plastik bekas minuman yang didalamnya terdapat instruksi pengerjaan. Setelah mendapat dan memahami instruksi pengerjaan, siswa harus mampu membuat sebuah paragraf berdasarkan kosakata yang telah diterima. Setiap anggota tim harus menyumbangkan kalimat untuk tugas mereka. Guru bisa menerima pertanyaan sehubungan dengan teknik pengerjaan. Diakhir aktivitas, setiap kelompok harus menyerahkan hasil karya mereka kepada guru untuk dinilai.

Bagi siswa yang tidak bisa membuat kalimat, maka ia wajib diberi hukuman yang positif misalnya diminta menyanyi. Dan bagi siswa yang menang, diberikan semacam reward, misalnya diberi permen satu per satu. Meski reward ini berharga murah tetapi diharapkan dapat membuat siswa senang. Mereka juga tidak merasa cepat bosan atau takut dengan mata pelajaran Bahasa Inggris yang selama ini dianggap mata pelajaran yang sulit. Diharapkan juga mereka bisa menikmati proses belajar mengajar dengan nyaman, santai, happy and fun. Sehingga tujuan pembelajaran tercapai, minat, bakat dan potensi diri siswa berkembang, motivasi siswa meningkat dan akhirnya prestasi siswapun akan meningkat. (pg2/zal)



Guru SMPN 1 Buaran, Kabupaten Pekalongan Editor : Agus AP
#Bahasa Inggris #Guru SMP