Proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dibuka dengan salam dan berdoa sebelum belajar. apersepsi yang dilakukan oleh guru dengan mengaitkan materi sebelumnya dan dikaitkan juga dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini memudahkan siswa dalam memahami dan membantu siswa menemukan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Implementasi pendidikan karakter mandiiri dikembangkan dengan sikap percaya diri siswa ketika pembelaaran dan siswapercaya belajar sesuai kecepatan belajarnya masing-masing. Siswa percaya diri ketika bertanya kepada guru. Ketika siswa mempresentasikan hasil diskusinya, siswa juga percaya diri dalam membacakan hasilnya. Selain itu, sumber belajar yang beragam juga meningkatkan kemandirian siswa untuk menyiapkan sumber belajar tidak hanya dari 1 buku, tetapi juga bisa dengan yang lainnya.
Berdasarkan hasil penelitian di dalam kelas, implementasi pendidikan karakter toleransi yaitu dengan tempat duduk siswa yang berpindah-pindah, pembagian kelompok secara acak, menghormati teman, dan guru. Perpindahan tempat duduk secara berkala seminggu sekali diharpkan menumbuhkan toleransi siswa. siswa menjadi merasakan duduk di berbagai tempat.
Implementasi pendidikan karakter menghargai prestasi, ditumbuhkan melalui pertanyaan guru apabila siswa sudah mengoreksi hasil soalnya. Guru bertanya siswa salah berapa? Ada yang salah satu? Salah dua? Hal ini dilakukan dengan maksud agar siswa termotivasi untuk meningkatkan prestasinya.
Berdasarkan hasil observasi, implemntasi pendidikan karakter kerja keras yaitu belajar di kelas dan aktif belajar di kelas. Berdasarkan observasi, siswa aktif ketika pembelajaran. Metode yang dipilih oleh guru tergantung dengan materi yang akan diajarkan. Metode yang digunakan oleh guru yaitu diskusi, tanya jawab, praktikum, ceramah, dll.
Berdasarkan hasil observasi, implementasi pendidikan karakter disiplin yaitu dengan membuat surat ketika izin tidak masuk sekolah, mengikuti semua kegiatan pembelajaran, dan menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru tepat waktu. Implementasi nilai karakter cinta damai yaitu dengan tolong menolong dan tidak mengejek/menghina. Siswa tidak mengejek teman yang belum bisa mengerjakan tugas dengan baik atau ketika siswa salah dalam menajwab pertanyaan dari guru.
Dari pembiasaan di dalam kelas inilah, yang menjadikan siswa menjadi terbasa dalam mengamalkannya di luar kelas. Hal ini sudah sesuai dengan Darmiyari Zuchdu dkk (2010: 3) yang menyatakan bahwa pendidikan karakter yang diintegrasikan dalam pembelajaran berbagai bidangg studi dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi murid-murid karena mereka memahami, menginternalisasi, dan mengaktualisasikannya melalui poses pembelajarn. Implementasi pendidikan karakter melalui integrasu mata pelajaran dan pembelajaran mulok sudah dilaksanakan dengan perencanaan berupa RPP dan pemmbelajaran kontekstual. (pg1/ton)
SDN 01 Pedurungan Kec. Taman Kab. Pemalang Editor : Agus AP