Sebagaimana yang dialami penulis pada kelas I di SD Negeri 01 Bulaksari masih dijumpai siswa yang berlari –lari di dalam kelas, dan tampak bosan dalam mengikuti kelas pembelajaran. Hal ini menjadi perhatian penulis untuk merencanakan pembelajaran yang menarik yang mampu menarik perhatian siswa lebih focus, dan gembira. Penulis menerapkan metode make a match dalam materi kosakata pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Menurut Rusman (2011: 223-233), model make A match (membuat pasangan) merupakan salah satu jenis dari metode dalam pembelajaran kooperatif. Salah satu cara keunggulan teknik ini adalah peserta didik mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik, dalam suasana yang menyenangkan. Anita Lie (2008: 56) menyatakan bahwa model pembelajaran tipe make a match atau bertukar pasangan merupakan teknik belajar yang memberi kesempatan siswa untuk bekerja sama dengan orang lain.
Teknik ini bisa digunakan dalam semua mata pelajaran, dan untuk semua tingkatan usia anak didik. Model pembelajaran kooperatif tipe make a match adalah teknik mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam semua mata pelajaran dan tingkatan kelas. Teknik pembelajaran make a match dilakukan di dalam kelas dengan suasana yang menyenangkan, karena dalam pembelajarannya siswa dituntut untuk berkompetisi mencari pasangan dari kartu yang sedang dibawanya dengan waktu yang cepat.
Materi pembelajaran kosakata ini memuat kompetensi dasar pada ranah pengetahuan menentukan kosakata yang berkaitan dengan peristiwa siang dan malam melalui teks pendek (gambar, tulisan, dan/atau syair lagu) dan/atau eksplorasi lingkungan. Pada ranah keterampilan menyampaikan penjelasan dengan kosakata Bahasa Indonesia dan dibantu dengan bahasa daerah mengenai peristiwa siang dan malam dalam teks tulis dan gambar. Indikator pencapaian pembelajaran bahwa siswa mampu mengidentifikasi kosakata yang berkaitan dengan peristiwa siang dan malam. Siswa mampu memahami kosakata yang berkaitan dengan peristiwa siang dan malam pada sebuah lagu, siswa mampu mendemonstrasikan kosakata yang berkaitan dengan siang dan malam dengan teks tulis dan gambar dan siswa mampu mencontohkan kosakata yang berkaitan dengan siang dan malam dengan teks tulis dan gambar.
Untuk menciptakan pembelajaran yang menarik dengan model pembelajaran make a match pada materi kosakata di kelas I berikut langkah pembelajarannya, pertama, guru melakukan apersepsi dan memberi motivasi baik dengan menceritakan tentang kehebatan–kehebatan seorang yang sukses, atau dalam bentuk permainan brainstorming yang menyenangkan, lalu guru menyiapkan beberapa konsep/topik kosakata satu sisi soal dan satu sisi jawabannya. Kemudian setiap peserta didik mendapat satu kartu dan memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang dipegang. Setelah itu, peserta didik mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (kartu soal/kartu jawaban). Peserta didik yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin. Selanjutnya, babak dicocokkan lagi agar tiap peserta didik mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya. Langkah terakhir, melakukan refleksi bersama-sama untuk mengukur tingkat pemahaman materi kosata .
Terdapat kelebihan model pembelajaran tipe make a match sebagaimana penulis cermati. Antara lain dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, baik secara kognitif maupun fisik, karena ada unsur permainan, metode ini menyengkan, meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari, dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, efektif sebagai sarana melatih keberanian siswa untuk tampil presentasi, dan efektif melatih kedisiplinan siswa menghargai waktu untuk belajar.
Yang perlu diperhatikan pada model pembelajaran ini adalah pada awal-awal penerapan metode, banyak siswa yang akan malu berpasangan dengan lawan jenisnya, dan jika guru tidak mengarahkan siswa dengan baik, akan banyak siswa yang kurang memperhatikan pada saat presentasi pasangan, maka perlu kreativitas guru untuk mengatasi hal tersebut. (ti2/aro)
Guru Kelas I SD Negeri 01 Bulaksari Editor : Agus AP