Salah satu yang menjadi pilihan oleh penulis sebagai guru IPS di SMP Negeri 26 Depok ialah dengan menerapkan metode belajar probing promting. Pada intinya, metode probing promting merupakan metode pembelajaran yang menyajikan pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali gagasan proses berpikir, sehingga siswa dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman melalui pengetahuan baru yang sedang dipelajarinya (Hamdani, 2011:230). Pertanyaan tersebut diyakini mampu merangsang siswa untuk mencari jawaban dan berpikir kritis, baik secara individu atau bersama dalam kelompok, dan tentunya melalui kegiatan membaca terlebih dahulu. Menurut beberapa penelitian ilmiah, kegiatan membaca telah terbukti mampu mendorong kosa kata dan informasi baru yang akan masuk ke dalam pikiran dan melahirkan jawaban yang beragam dari siswa. Selain itu, pertanyaan-pertanyaan yang diberikan juga dapat membawa siswa masuk ke dalam arus diskusi, baik dengan menyanggah ataupun menambahkan pendapat mereka sendiri, sehingga tercipta kondisi belajar yang aktif.
Salah satu alat penunjang pembelajaran, yang tentu pemanfaatannya selama kegiatan belajar mengajar berada dalam pengawasan, bimbingan, dan tanggung jawab guru. Penulis pun dalam memilih metode ini memanfaatkan handphone atau gawai yang dimiliki siswa untuk dapat digunakan sebagai fasilitas untuk mengakses pengetahuan. Dengan bantuan handphone atau gawai ini, mereka dapat mencari dan memperoleh ilmu pengetahuan yang lebih banyak dengan cara memanfaatkan fitur pencarian daring yang memberikan banyak pilihan jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan yang diberikan.
Adapun langkah-langkah kegiatan metode pembelajaran probing promting dapat dilakukan melalui 6 tahapan. Pertama, guru memberikan pertanyaan atau menghadapkan siswa pada permasalahan. Kedua, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk merumuskan jawaban, baik secara individu atau berkelompok. Ketiga, guru menunjuk salah satu siswa atau perwakilan kelompok untuk membahas pertanyaan yang diberikan. Keempat, guru memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk bertanya, menyanggah, ataupun menambahkan jawaban yang sudah ada. Kelima, guru memberikan penguatan terhadap jawaban para siswa. Keenam, guru dapat bertanya kembali kepada siswa pertanyaan yang telah ditanyakan untuk menyakinkan bahwa indikator pembelajaran sudah tercapai atau belum.
Banyak sekali manfaat yang dapat dirasakan dengan menggunakan metode probing promting ini. Guru dapat mendorong keinginan siswa untuk dapat mencari informasi yang lebih banyak melalui kegiatan membaca dan diskusi, sehingga pengetahuan mereka bertambah tidak sekedar atau sebatas buku paket saja. (bp2/zal)
Guru SMPN 26 Depok Editor : Agus AP