Perjuangan adaptasi dan kejenuhan dalam mengikuti PJJ karena dalam kenyatannya praktisi hanya memindahkan semua tugas sehingga membanjiri peserta didik digunakan sebagian besar guru. Kondisi ini malah membuat peserta didik semakin stres. Oleh karenanya inovasi yang dilakukan praktisi sangat perlu dilakukan dengan melakaukan assasmen terlebih dahulu untuk melakukan PJJ. Praktisi pendidikan dituntut berinovasi dan berkolaborasi dengan peserta didik serta orang tua sehingga tujuan pembelajaran jarak jauh tercapai dengan tetap melakukan prinsip-prinsip PJJ. Yaitu : Pertama, keselamatan dan kesehatan; Kedua, pengalaman belajar yang bermakna; Ketiga, pendidikan kecakapan hidup; Keempat, belajar bersifat inklusif dengan sesuai usaha dan jenjang pendidikan; Kelima, tugas bervariasi tergantung daerah satuan pendidikan serta minat murid; Keenam, hasil belajar diberikan umpan balik dan melakukan komunikasi interaktif.
Salah satu inovasi penilaian PJJ yang bisa dilakukan praktisi dalam pembelajaran pola lantai dalam gerak tari daerah adalah dengan menggunakan aplikasi tiktok atau likee sebagai sarana praktik peserta didik dan sarana penilaian oleh guru. Tips awal melakukan kegiatan pembelajaran ini adalah, guru membuat RPP terlebih dahulu. Dalam kegiatannya, siswa diminta untuk melihat video pembelajaran yang sudah disiapkan oleh praktisi dan sebagai bahan evaluasi peserta didik disuruh membuat video singkat tari menggunakan aplikasi yang bisa digunakan dalam penilaian tersebut. Sebagai contoh aplikasi tiktok atau likee.
Siapa yang tak tahu tiktok atau like id? Aplikasi yang sekarang digandrungi para ABG remaja, ibu-ibu bahkan kakek-kakek dan sekarang menjangkit pada anak-anak ditambah dengan belajar daring.
Dengan mengkolaborasikan pembelajaran seni dan aplikasi yang masih trending membuat anak-anak menjadi semangat mengumpulkan tugas, antusias mengikuti pembelajaran sehingga prinsip-prinsip PJJ terpenuhi pada masa pandemi ini. Apalagi PJJ saat ini sangat digalakkan oleh pemerintah pusat dan daerah selain berguna untuk mengurangi penambahan kasus covid yang semakin hari semakin bertambah juga menjadi tantangan baru para pendidik untuk berkreasi serta bersahabat dengan dunia digital. (ti1/ton)
Guru SD 01 Sengare Talun Kabupaten Pekalongan Editor : Agus AP