Menurut Nurhadi (2004: 65), problem based learning adalah kegiatan interaksi antara stimulus dan respons, merupakan hubungan antara dua arah belajar dan lingkungan. Lingkungan memberi masukan kepada siswa berupa bantuan dan masalah, sedangkan sistem saraf otak berfungsi menafsirkan bantuan itu secara efektif sehingga yang dihadapi dapat diselidiki, dinilai, dianalisis, serta dicari pemecahannya dengan baik
Menurut Rohman (2011: 189), terdapat beberapa tujuan dari pembelajaran problem based learning, yaitu untuk mendorong kerjasama penyelesaian tugas antar siswa. Memiliki elemen-elemen belajar mengajar sehingga mendorong tingkah laku pengamatan siswa dan dialog dengan lainnya. Melibatkan siswa dan menyelidiki pilihan sendiri yang memungkinkan mereka memahami dan menjelaskan fenomena dunia nyata. Melibatkan ranah (kognitif, afektif, dan psikomotorik) pada siswa secara seimbang sehingga hasilnya bisa lebih lama diingat oleh siswa.
Materi perilaku hidup hemat memiliki kompetensi dasar pada ranah pengetahuan memahami perilaku hemat sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Isra ayat 27. Kompetensi dasar pada ranah ketrampilan mencontohkan perilaku hemat sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Isra ayat 27. Indikator keberhasilannya adalah siswa dapat mencontoh perilaku hidup hemat dari apa yang disampaikan oleh guru berdasarkan gambar, video atau bentuk film serta melalui pengamatan sebagai project yang ditugaskan oleh guru.
Langkah-langkah penerapan metode Project Based Learning pada materi perilaku hidup hemat sebagai implementasi QS Al-Isra ayat 27 dikelas V(lima) sebagai berikut pertama, guru memberi motivasi pembelajaran tentang perilaku hemat melalui gambar, video yang diambil dari youtube atau cuplikan film. Kemudian Guru menentukan pertanyaan mendasar, misalnya apa kalian sudah pernah membaca QS Al -Isra ayat 27, jika sudah apa maknanya, apakah kalian sudah berperilaku hidup hemat. Seperti apa perilaku hidup hemat.Kedua, Mendesain perencanaan proyek yang akan siswa lakukan. Siswa bekerja secara berkelompok untuk membuat sebuah perencanaan bagaimana proyek mereka dilaksanakan. Ketiga, Menyusun jadwal. Siswa harus membuat sebuah penjadwalan yang menjaga agar proyek dapat terselesaikan secara baik dengan menggunakan waktu yang efektif. Keempat, Guru dan siswa (kelompok siswa) harus memonitor kemajuan proyek yang mereka buat. Kemajuan proyek perlu terus dipantau oleh guru yang mungkin dapat memberikan bantuan tambahan jika memang diperlukan. Selain itu siswa juga harus belajar bekerja sesuai rencana jadwal yang mereka buat, apakah semuanya sudah berjalan dengan baik. Kelima, Guru dalam pelaksanaan model pembelajaran berbasis proyek harus menguji bagaimana perolehan hasil belajar siswa, baik dari aspek sikap, keterampilan, maupun pengetahuan. Terakhir, Guru dapat membantu siswa untuk melakukan refleksi diri dalam tujuan membuat siswa terbiasa untuk selalu mengevaluasi pembelajaran proyek mereka. (ti1/ton)
Guru PAI SDN 01 Bulaksari Editor : Agus AP