Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Problem Based Learning Berbantuan Problem Card

Agus AP • Senin, 7 Desember 2020 - 22:25 WIB
Edi Takariyanto
Edi Takariyanto
RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran berbasis masalah merupakan salah satu model pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga merangsang peserta didik untuk belajar. Torp dan Sage dalam Abidin (2014: 160) memandang model Problem Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang difokuskan untuk menjembatani siswa agar beroleh pengalaman belajar dalam mengorganisasikan, meneliti,dan memecahkan masalah-masalah kehidupan yang kompleks.

Sintak pembelajaran pada PBL adalah orientasi peserta didik pada masalah, mengorganisasi peserta didik, membimbing penyelidikan individu, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

Salah satu sintak yang dapat menjadi stimulus peserta didik untuk semangat dalam mengikuti pembelajaran adalah sintak orientasi peserta didik pada masalah. Pada sintak tersebut peserta didik belajar bagaimana menyelidiki masalah-masalah yang penting dan bagaimana menjadi peserta didik yang mandiri.

Berbagai cara dilakukan oleh guru untuk mengawali sintak PBL salah satu diantaranya adalah dengan mendeskripsikan suatu kejadian tertentu. Selanjutnya peserta didik diminta untuk menyampaikan permasalahan berkaitan dengan materi yang sedang dibahas. Mengawali PBL dengan model seperti itu tentu akan menyebabkan pembelajaran menjadi kurang menarik, peserta didik menjadi pasif sehingga sintak-sintak berikutnya kurang berjalan sesuai dengan harapan.

Kompetensi dasar 4.10 pada mata pelajaran IPA kelas IX adalah menyajikan karya tentang proses dan produk teknologi sederhana yang ramah lingkungan. Salah materi yang dibahas pada KD tersebut adalah masalah yang berkaitan dengan air bersih. Pembahasan materi tersebut sangat menarik karena di lingkungan SMP Negeri 2 Bawen sumber air bersih merupakan salah satu hal yang sangat sulit didapatkan. Model pembelajaran yang kami terapkan pada pembahasan tersebut adalah problem based learning dengan berbantukan problem card.

Masalah pada PBL biasanya disampaikan oleh guru dengan sebuah cerita diganti dengan pembagian problem card. Problem card dibuat dari kertas tebal dengan ukuran 20 cm x 10 cm. Konten problem card adalah masalah yang dihadapi berkaitan dengan kesulitan warga sekitar untuk mendapatkan air bersih.

Masalah tersebut diwujudkan dalam berbagai gambar yang menarik misalnya foto tentang antrean warga untuk mendapatkan air bersih, foto tentang kekeringan di beberapa dusun sehingga banyak warga mengonsumsi air yang tidak sehat atau kotor. Foto atau gambar dibuat menarik sehingga akan menjadi salah satu stimulus peserta didik untuk aktif dalam proses pembelajaran.
Setelah masing-masing kelompok menerima problem card mereka akan melakukan sintak pertama dari PBL yaitu orientasi peserta didik pada masalah. Pada sintak tersebut peserta didik akan mengamati gambar, memberi tanggapan dan pendapat dari gambar yang ada pada problem card.

Selanjutnya peserta didik akan menuangkan permasalahan dalam bentuk pertanyaan. Contoh pertanyaan yang bisa muncul dari problem card yang diberikan adalah mengapa masyarakat mengosumsi air yang tidak sehat atau bagaimana cara membuat air yang kotor menjadi air yang layak dikonsumsi.

Adapun tugas guru pada fase tersebut adalah mendorong peserta didik untuk mengajukan pertanyaan dan mencari informasi dari problem card. Selain itu guru juga diharapkan mendorong peserta didik melakukan analisis untuk menyatakan ide-idenya secara terbuka dan penuh kebebasan. Sintak-sintak berikutnya pada PBL akan berjalan dengan baik jika sintak pertama bisa menjadi stimulus bagi peserta didik dalam pembahsan KD10.4.

Model PBL dengan berbantukan problem card pada KD 10.4 ternyata dapat meningkatkan aktivitas peserta didik untuk terlibat aktif selama KBM. Peserta didik dengan semangat yang tinggi mengikuti sintak demi sintak pada PBL. Keaktifan tersebut juga diwujudkan dengan munculnya berbagai macam ide untuk mengatasi kesulitan air sesuai dengan pembahasan KD 10.4 di kelas 9 misalnya membuat penyaringan air sederhana dan membuat biopori (bw2).




Guru SMP Negeri 2 Bawen, Kabupaten Semarang Editor : Agus AP
#IPA #Problem Based Learning