RADARSEMARANG.ID, SAAT ini seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terdampak penyebaran Covid-19. Selain itu di beberapa daerah di wilayah Indonesia banyak yang terdampak musibah atau bencana lain, walaupun bersifat lokal. Dalam kondisi apapun, negara berkewajiban melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, negara berkewajiban mencarikan jalan keluar keberlangsungan pendidikan di sekolah.
Letak geografis wilayah Indonesia sebagai daerah kepulauan dengan keadaan yang berbeda-beda, perlu dirumuskan regulasi. Harapannya, agar dapat menjadi solusi agar kegiatan pembelajaran tetap dapat dilaksanakan dengan baik di tengah kondisi darurat apapun.
Dalam kondisi darurat, kegiatan pembelajaran memang tidak bisa berjalan normal seperti biasanya. Namun demikian, siswa harus tetap mendapatkan layanan pendidikan dan pembelajaran. Pada masa darurat Covid-19, sekolah telah melaksanakan kegiatan pembelajaran di tengah kondisi darurat sesuai dengan kondisi dan kreativitas masing-masing sekolah. Siswa belajar dari rumah dengan bimbingan dari guru atau orang tua.
Selama Belajar Dari Rumah (BDR) tidak sekedar memenuhi tuntutan kompetensi (KI-KD) pada kurikulum, tetapi lebih ditekankan pada pengembangan karakter, akhlak mulia dan kemandirian siswa. Guru harus lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan materi pelajaran dan memberikan tugas kepada siswa, agar terwujud pembelajaran yang bermakna, inspiratif dan menyenangkan. Dengan begitu, siswa tidak mengalami kebosanan belajar dari rumah.
Di SMP Negeri 3 Demak selama BDR menggunakan perpaduan antara Google Classroom dan WhatsApp (WA). Pada mata pelajaran IPS kelas 9 materi letak dan luas Benua Asia serta benua lainnya, guru mempersiapkan materi dan tugas yang akan diberikan melalui Google Classroom. Di Google Classroom menampilkan daftar hadir, motivasi, materi dan tugas. Melalui menu daftar hadir, guru dapat mengecek kehadiran peserta didik pada pertemuan tersebut. Pada menu motivasi, guru dapat memberikan pendahuluan maupun apersepsi untuk mengawali pada materi pelajaran yang akan diberikan. Kemudian disusul dengan materi dan diakhiri dengan pemberian tugas–tugas yang harus dikerjakan peserta didik. Tugas dapat dikirim melalui Google Classroom maupun WhatsApp (WA).
Model pembelajaran seperti ini banyak manfaatnya di masa pandemi Covid-19. Karena guru dapat menyampaikan materi tanpa harus tatap muka langsung dengan peserta didik. Selain itu, guru juga dapat memberikan video–video pembelajaran, ulasan materi dan mengoreksi tugas-tugas yang dikerjakan siswa, sekaligus memberikan umpan balik. Namun demikian, model pembelajaran seperti ini masih ada kekurangan, di antaranya membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk kuota internet. Apalagi kalau pembelajarannya berupa video. Tetapi saat ini, pemerintah sudah sangat tanggap dengan kondisi masyarakat dengan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dengan memberikan bantuan kuota internet gratis bagi peserta didik maupun para guru. Sehingga model pembelajaran dengan menggunakan Google Classroom sangat efektif di masa pandemi Covid-19 seperti ini. (kb3/ida)
Guru IPS SMP Negeri 3 Demak Editor : Agus AP