Materi BRSD di dalamnya mencakup Kubus, Balok, Prisma dan Limas. Pada saat guru mengajarkan materi BRSD untuk menentukan unsur-unsurnya, siswa masih menanggapi dengan enjoy, masih menangkap materi dengan mudah. Begitu masuk pada materi BRSD menghitung luas permukaan, siswa sudah mulai mengerutkan kening. Karena selain menghitung, siswa harus bisa menghafal rumus untuk menghitung luas permukaan.
Pada saat menghitung luas permukaan prisma, luas permukaan kubus dan balok dianggapnya masih gampang, karena selain bangun tersebut dapat dijumpai dalam kehidupan sehari–hari, rumusnya masih bisa untuk dihafal siswa. Berbeda dengan prisma, terkhusus prisma yang alasnya berbentuk segitiga dan posisi prisma tersebut alasnya tidak berada di bawah melainkan di samping, siswa mulai kebingungan pada saat menghitung luasnya. Siswa kebingungan menentukan mana sisi alas dan atasnya. Ditambah lagi pada saat menerangkan materi tersebut, guru hanya menggambarkan dan menuliskan rumus umum untuk menghitung luas permukaan prisma tanpa mengecek apakah siswa sudah paham konsepnya apa belum.
Hal itu ditunjukkan siswa pada saat Ulangan Harian, nilainya rendah dibandingkan pada saat Ulangan Harian materi kubus dan balok. Siswa banyak mengalami kesulitan spasial saat membayangkan bentuk bangun ruangnya dan kesulitan menggambarkannya. Terkadang siswa juga masih bingung membedakan mana prisma dengan limas.
Untuk mengatasi hal tersebut bisa menggunakan alat bantu peraga pada saat mengajarkan materi BRSD. Supaya siswa dapat dengan jelas menangkap apa yang diterangkan tanpa membayangkan bangun ruangnya. Alat peraga adalah suatu alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga dengan tujuan membantu guru agar proses belajar mengajar siswa lebih efektif dan efisien (Sudjana, 2009).
Alat peraga dalam pendidikan bertujuan supaya proses mengajar lebih efektif. Manfaatnya dapat mempermudah saat penyampaian materi pengajaran/informasi dari guru. Alat peraga yang dipakai yaitu alat peraga prisma yang terbuat dari bahan papan dan dikait dengan besi pada rusuk-rusuknya alat peraga tersebut yang dimiliki di SMP 1 Sragi Kabupaten Pekalongan. Dengan alat peraga tersebut, siswa dapat melihat secara langsung, mana luas permukaan yang akan dihitung sehingga siswa tidak kesulitan lagi pada saat disuruh menghitung luas permukaan prisma segitiga. Karena mereka tinggal menambahkan luas alas, luas atas, ditambah keliling alas dikalikan dengan tingginya.
Dengan bantuan alat peraga yang digunakan untuk pembelajaran materi BRSD, dapat menimbulkan minat belajar siswa karena pelajaran menjadi lebih menarik, siswa tidak mudah bosan, bahkan membuat siswa lebih aktif melakukan kegiatan belajar seperti mengamati, melakukan dan mendemostrasikan. Nilai yang ditunjukkan pada saat evaluasi materi tersebut mengalami peningkatan dibanding perolehan sebelum menggunakan alat peraga. (fbs2/ida)
Guru SMPN 1 Sragi, Kabupaten Pekalongan Editor : Agus AP