Di SMP Negeri 15 Surakarta tempat penulis mengajar seni budaya khususnya materi lagu modern belum memperoleh hasil sesuai dengan yang diharapkan. Banyak siswa yang suka dengan lagu modern, tetapi belum mampu memahami dengan baik secara teori maupun praktik. Siswa baru sebatas suka tetapi kurang tertarik untuk belajar lebih dalam. Hal ini terbukti dari rendahnya minat siswa dalam belajar lagu modern. Siswa kurang tertarik untuk belajar lagu modern. Selain itu dari hasil ulangan dan tampilan siswa, sebagian siswa belum mancapai nilai yang ditentukan, siswa masih kurang percaya diri, kurang menguasai teknik vokal dengan baik dan gaya bernyanyi juga belum sesuai dengan yang diharapkan. Pembelajaran seni budaya kelas IX materi lagu modern Indonesia sulit dilaksanakan dan kurang menyenangkan, tetapi dengan balado menjadi lebih asyik dan mudah dilaksanakan.
Balado adalah akronim dari “Belajar dari Idola”. Menurut Yuniardi (2010) dengan mengidolakan seseorang biasanya akan terjadi proses modeling dari perilaku sehari-hari, sehingga mengidolakan seseorang menjadi bagian dari usaha mendapatkan model pembentukan identitas diri. Pada fase usia remaja, seorang individu mencari sosok yang dapat dicontoh, baik dari karakter, sifat hingga caranya berperilaku sehari hari.
Sedangkan menurut Dariyo (2004:70) tokoh idola yang dimaksud adalah mengidolakan tokoh-tokoh yang terkenal, agar termotivasi meniru sifat-sifat kebaikan, kemampuan atau keahlian yang dimiliki oleh tokoh idolanya tersebut. Tokoh yang dimaksud adalah public figure yang ada di televisi atau media lain (youtube).
Pembelajaran dengan metode balado diawali dengan menyampaikan materi lagu modern secara klasikal. Setelah itu siswa diminta untuk mencari salah satu tokoh idolanya dalam lagu modern yang ada di televisi atau di youtube untuk dijadikan model. Selanjudnya masing-masing siswa diminta untuk mengidentifikasi teknik vokal dalam bernyanyi dan gaya bernyanyi dari idola mereka. Selain teknik vokal dan gaya bernyanyi, siswa diminta mendeskripsikan teknik vokal dan gaya bernyanyi serta sebisa mungkin dapat menirukan idola mereka dalam menampilkan lagu modern. Selain teknik vokal dan gaya bernyanyi, siswa juga diminta mengamati penggunaan kostum idola mereka di dalam pertunjukan.
Dari proses ini siswa akan dengan senang hati menjadikan idola mereka sebagai model belajar. Siswa dengan asyik dan senang mengidentifikasi, mendiskripsikan serta menirukan setiap detail dari tokoh idola mereka, sehingga siswa yang mengalami kesulitan belajar lagu modern akan menjadi lebih cepat dapat menguasai materi yang telah ditentukan. Kegiatan pembelajaran akan lebih mudah dilaksanakan dan lebih menyenangkan dan menjadikan semua siswa dapat menguasai materi yang telah ditentukan.
Adapun manfaat metode balado bagi siswa adalah kegiatan pembelajaran lebih asyik, mudah dilaksanakan dan lebih menyenangkan. Keaktifan dan minat belajar siswa terhadap lagu modern meningkat. Proses pembelajaran lebih fleksibel dan motivasi siswa meningkat. Hal ini dibuktikan dari hasil ulangan dan praktik/tampilan siswa yang semuanya dapat mencapai target yang telah ditentukan. Semua siswa lebih percaya diri, tidak canggung dan tampilan hasilnya optimal.
Adapun bagi guru, manfaat dari metode ini adalah proses belajar lebih mudah dilaksanakan, proses pembelajaran lebih asik dan menyenangkan. Guru mendapatkan pengalaman baru dalam proses pembelajaran. Guru juga mendapatkan alternatif baru dalam menyampaikan materi lagu modern kepada siswa.
Pembelajaran lagu modern Indonesia yang menurut sebagian siswa dianggap sulit dan kurang menyenangkan, dengan metode balado menjadi lebih mudah dilaksanakan dan lebih menyenangkan. Terbukti dari hasil belajar meningkat, motivasi siswa meningkat, keaktifan siswa meningkat, serta minat belajar siswa terhadap materi lagu modern Indonesia juga meningkat. (ips2/lis)
Guru Seni Budaya SMP Negeri 15 Surakarta Editor : Agus AP