Matematika merupakan simbolis yang berfungsi praktis untuk mengekspresikan pikiran-pikiran manusia yang berhubungan dengan ide, proses dan penalaran. Matematika merupakan salah satu ilmu dasar yang memegang peranan penting baik dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maupun dalam membentuk kepribadian manusia.
Menurut Sari (2013) matematika memiliki fungsi untuk mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur dan mengungkapkan rumus matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari menggunakan matematika pengukuran dan geometri, aljabar dan trigonometri. Matematika adalah kegiatan manusia dan sekaligus sebagai alat. Ini berarti bahwa perlu menempatkan kedua pandangan itu pada tempat yang sesuai dengan perkembangan peserta didik (Soedjadi, 2014).
Kemudian guru Kelas VI SDN 1 Kadilangu merancang pembelajaran dengan model Kabataku. Kabataku adalah kepanjangan dari perkalian, pembagian, pertambahan/penjumlahan, dan pengukurangan. Guru memberikan penjelasan tentang cara menghitung bilangan bulat campuran dengan memperhatikan tanda matematika pada soalserta menghitungnya sebagai berikut, a) perkalian dan pembagian sama-sama kuat dibandingkan penjumlahan dan pengurangan. b) Perkalian dan pembagian sama kuat. c) Demikian juga penjumlahan dan pengurangan, tanda yang di depan baik penjumlahan maupun pengurangan harus dihitung dahulu. d) Sedangkan bila tanda perkalian, pembagian, penjumlahan, dan pengurangan muncul dalam satu soal campuran, maka hitung terlebih dahulu tanda yang di depan antara perkalian ataupun pembagian kemudian baru dihitung penjumlahan dan pengurangannya sesuai tanda penjumlahan atau pengurangan.
Langkah-langkah pembelajaran Kabataku pada materi hitung bilangan bulat campuran sebagai berikut, 1) guru menjelaskan pengertian Kabataku adalah perkalian, pembagian, penjumlahan, dan pengurangan. 2) Bila ada tanda perkalian atau pembagian, maka yang di depan hitung terlebih dahulu. 3) Bila ada tanda matematika penjumlahan dan pengurangan yang berada di depan harus dihitung dahulu. 4) Bila soal campuran perkalian, pembagian, penjumlahan dan pengurangan, maka yang diutamakan dihitung adalah perkalian atau pembagian dahulu. 5) Guru membagi tugas dalam kerja kelompok yang terdiri atas 3-4 orang. 6) Guru membagi tugas secara kelompok dengan soal bervariasi. 7) Mempresentasikan hasil kerja tiap-tiap kelompok di papan tulis. 8) Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang terbaik dan memotivasi semua siswa. 9) Guru menyimpulkan bersama siswa tentang pembelajaran Kabataku.
Setelah guru kelas VI SDN 1 Kadilangu Kecamatan Kangkung memberikan pembelajaran model Kabataku, ternyata semua siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan guru. Pada tahap akhir pembelajaran, semua siswa mampu menyelesaikan tugas evaluasi secara individu dengan nilai siswa sebagian besar nilai di atas KKM. (fbs1/ida)
Guru SDN 1 Kadilangu, Kecamatan Kangkung Editor : Agus AP