Senangnya Belajar Akar Pangkat Tiga dengan Pakapati

Agus AP • Dipublikasikan Sabtu, 7 Maret 2020 | 14:10 WIB
Oleh : Widyana Atmasari, S.Pd
Oleh : Widyana Atmasari, S.Pd
RADARSEMRANG.ID, Matematika sering dianggap sebagai salah satu mata pelajaran yang sulit dan membosankan, sehingga terjadi kendala dalam proses belajar mengajar. Untuk membangun minat siswa SD Negeri 2 Purbosari dalam mata pelajaran matematika materi akar pangkat tiga, guru perlu inovasi menyajikan materi saat pembelajaran.

Matematika pada dasarnya mengajarkan logika berpikir berdasarkan akal dan nalar. Penerapan metode pembelajaran dengan menggunakan media atau alat peraga khususnya dalam mata peajaran matematika dapat membantu siswa dalam memahami konsep yang abstrak menjadi konkret. Alat peraga matematika adalah seperangkat benda konkret yang dirancang, dibuat, dihimpun atau disusun secara sengaja yang digunakan untuk membantu menanamkan atau mengembangkan konsep-konsep atau prinsip-prinsip dalam matematika (Djoko Iswadji, 2003:1). Alat peraga pakapati yaitu papan akar pangkat tiga. Papan akar pangkat tiga ini digunakan sebagai media pembelajaran matematika untuk membantu siswa dalam memahami akar pangkat tiga dengan mudah. Alat peraga pakapati ini terbuat dari bahan-bahan sederhana dan mudah didapat.
Adapun langkah-langkah pembelajaran membuat alat peraga pakapati adalah sebagai berikut: Pertama, bagilah siswa ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok membuat pakapati dengan cara kerja sama. Bahan dan alat yang diperlukan kardus, kertas berwarna, kawat, spidol, lem, gunting dan tang.

Cara pembuatannya sangat sederhana. Buat satu papan persegi panjang dari kardus. Buatlah 2 lingkaran yang terbuat dari kardus. Masing- masing lingkaran dibagi menjadi 10 bagian yang sama besar. Lingkaran yang pertama disebut lingkaran puluhan, yang 10 bagiannya itu telah ditulis angka 10³ = 1.000, 20³ = 8.000, 30³ = 27.000, 40³= 64.000, 50³= 125.000, 60³= 216.000, 70³=343.000, 80³= 512.000, 90³ = 729.000, 100³= 1.000.000. Selanjutnya lingkaran yang kedua disebut lingkaran satuan, yang 10 bagian itu telah ditulis angka 1³= 1, 2³= 8, 3³=27, 4³= 64, 5³= 125, 6³= 216, 7³= 343, 8³=512, 9³= 729, 10³ = 1.000. Ketiga, tempel lingkarang puluhan dan satuan dengan kawat pada papan persegi panjang.

Cara penggunaannya, misal akan dicari akar pangkat tiga dari 274.625 maka langkah-langkahnya, pertama, perhatikan lingkaran puluhan, cari pada lingkaran puluhan yang nilainya kurang dari 274.625. Ternyata diperoleh nilai 216.000 yang merupkan nilai dari 60³. Jadi bilangan puluhannya adalah 60. Kedua, perhatikan nilai satuannya 274.625, nilai satuannya adalah 5. Perhatikan lingkaran satuan, cari nilai yang hasil pangkat tiga itu ujunnya adalah 5, didapat 5³= 125. Berarti nilai satuannya adalah 5. Ketiga, setelah diperoleh puluhan 60 +5 = 65, sehingga diperoleh jawaban 274.625 adalah 65. Coba cek pada kartu jawaban, jika dicek hasilnya benar 65, maka jawaba anda benar. Di dalam kelompok, siswa ada yang memberi soal dan ada yang menjawab soal secara bergantian, sampai siswa paham dalam menggunaan alat peraga dan menguasai materi akar pangkat tiga.

Kelebihan alat peraga pakapati ini adalah pembuatan sederhana tidak memerlukan alat khusus, dapat mengurangi sampah kardus, harganya murah. Mudah digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar. Sedangkan kekurangannya karena berbahan dasar kardus biasanya hanya bisa dipakai beberapa kali dalam pembelajaran.

Media pakapati sangat membantu pemahaman siswa dalam pembelajaran matematika materi akar pangkat tiga di SD Negeri 2 Purbosari. Pembelajaran menjadi lebih bermakna, menyenangkan dan tidak membosankan. (smd2/lis)

Guru Kelas V SDn 2 Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung Editor : Agus AP
Akar Pangkat Tiga