Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Targetkan 14 Hari KDMP di Kabupaten Semarang Sudah Beroperasi 

Maria Novena Sinduwara • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:13 WIB

 

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat berdialog dengan warga yang membeli kebutuhan pokok di Koperasi Desa Merah Putih Desa Bergas Kecamatan Bergas. Selasa (20/10).
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat berdialog dengan warga yang membeli kebutuhan pokok di Koperasi Desa Merah Putih Desa Bergas Kecamatan Bergas. Selasa (20/10).

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi lakukan kunjungan kerja ke Koperasi Desa Merah Putih Desa Bergas Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang.

Orang nomor satu di Jateng ini menyempatkan diri untuk berdialog dengan warga yang sedang membeli kebutuhan pokok di KDMP.

Dari 198 KDMP di Kabupaten Semarang baru satu yang sudah beroperasi yakni KDMP Desa Bergas. Hal tersebut dijadikan catatan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk segera dibereskan. Ahmad Luthfi juga memberikan waktu 14 hari untuk KDMP yang belum beroperasional untuk dibereskan. 

Baca Juga: Jelang Hari Santri Nasional 2026, Taj Yasin Ajak 117 Ponpes di Jateng Galakkan Gerakan Roan

"Ini berjenjang dan berkelanjutan. Kita melakukan pengecekan sehingga bisa mengevaluasi dari masing-masing KDMP. Terutama ketersediaan bahan pokok ini penting. Kan itu kebutuhan dasar masyarakat desa. Bantuan atau subsidi harus tersedia. Sedangkan untuk para manajer yang belum operasional, mereka akan berguru atau belajar di KDMP yang sudah berjalan. Dengan prinsip bahwa dua minggu ke depan mereka sudah operasi di wilayah Kabupaten Semarang,"ungkapnya usai kunjungan ke KDMP Desa Bergas. Selasa (20/10).

Ahmad Luthfi juga sempat melakukan dialog dengan para manajer Kopdes yang hadir. Beberapa manajer menceritakan kendala belum beroperasinya KDMP di wilayahnya yakni berkaitan dengan sarpras, kendaraan hingga persoalan verval.

Ahmad Luthfi juga mengatakan secara berjenjang berkaitan dengan persoalan KDMP yang ada di Jawa Tengah segera dibereskan. Di Jawa Tengah sensiri ada 8.523 ribu KDMP, yang sudah dioperasionalkan ada 5.000 sedangkan 3.000 sisnya belum.

Benefit KDMP lainnya juga mengandeng UMKM yang ada di desa untuk memasukan produknya dalam etalase KDMP lewat kerjasama konsinyansi. 

"Prinsip KDMP kita itu offtaker dimana desa itu berada. Apalagi di desa-desa mempunyai suatu kearifan lokal, mempunyai potensi yang berbeda-beda dari satu desa ke desa lain. Inilah yang menjadi potensi desa yang harus digalang. KDMP yang merupakan offtaker daripada kegiatan produk-produk desa termasuk di dalamnya,"pungkasnya.

Sementara itu salah satu warga Bergas Luluk Winurni yang kesehariannya berjualan gorengan mengaku pilih belanja gas melon 3 kilogram dan tepung untuk kebutuhan jualan di KDMP.

Selisih harga gas melon dengan pasar mencapai Rp 4 ribu. Untuk tepung sendiri selisih ya Rp 2 ribu. Apalagi ia mengaku untuk gas melon sendiri dirinya membeli setiap seminggu sekali.

"Kaceknya (selisih harga) itu terasa. Gas tiga kilogram ini dipasaran Rp 22 ribu. Kalau tepung saya ambil disini yang harga Rp 10 ribu. Kalau dipasaran Rp 11 sampai 12 ribu. Lumayanlah,"jelasnya.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
KDMP Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Kabupaten Semarang