Kepala SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Benarkan Ada Perundungan, Berawal dari Perang-perangan

Maria Novena Sinduwara • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 19:19 WIB

 

Suasana SD Hj Isriati Moenadi.
Suasana SD Hj Isriati Moenadi.

 

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Kepala SD Hj Isriati Moenadi Ungaran, Kabupaten Semarang, Yosi Kumalasari membenarkan adanya dugaan perundungan yang dialami siswa kelas 4 berinisial R.

Yosi menjelaskan, peristiwa bermula saat pembelajaran olahraga. Saat itu, siswa dibagi menjadi dua tim untuk pengambilan nilai. Siswa dari tim yang memperoleh nilai lebih banyak melakukan selebrasi di depan tim yang kalah.

Situasi tersebut kemudian berlanjut pada Rabu (23/9). Seusai salat zuhur berjamaah dan kegiatan literasi, sebagian siswa kembali ke kelas, sementara wali kelas masih mendampingi siswa lainnya.

"Ketika kembali ternyata sudah ada kejadian. Anak-anak mengajak yang lainnya, 'yuk kita perang-perangan', kemudian malah jadi beneran," jelas Yosi saat ditemui di sekolah, Senin (28/9).

Baca Juga: BKN Luruskan Data 2.722 ASN Mengundurkan Diri, Ternyata Tak Semuanya Keluar

Pihak sekolah kemudian mengumpulkan siswa yang terlibat untuk menggali kronologi kejadian. Menurut Yosi, sekolah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat sesuai dengan tingkat keterlibatannya.

Sekolah juga menerapkan program "Bengkel Akhlak" sebagai bentuk pembinaan. Siswa yang terlibat diminta mengikuti kegiatan spiritual, termasuk membaca Al-Qur'an.

Yosi mengatakan, salah satu siswa yang terlibat merupakan anak dari pemilik yayasan. Ia juga membantah adanya perlakuan khusus terhadap siswa tersebut.

"Karena ini diduga dari Ketua Yayasan, dari keluarga kami sendiri, itu malah mendapat hukuman yang lebih berat. Jadi yang paling berat," bebernya.

Yosi juga mengatakan, orang tua siswa tersebut telah mengetahui kejadian dan berupaya meminta difasilitasi untuk bertemu dengan keluarga R guna menyampaikan permintaan maaf.

Sementara itu, Wakil Kepsek Bidang Kurikulum SD Hj Isriati Moenadi, Fresti Mei Nuswari, mengatakan sekolah telah berkomunikasi dengan keluarga korban maupun keluarga siswa yang terlibat.

Menurut Fresti, pihak sekolah juga telah mengupayakan mediasi. Namun, pertemuan antara anak yang terlibat dengan korban masih menunggu kondisi R kembali stabil.

Baca Juga: Modal Rp10 Ribu Bisa Masuk GIIAS Semarang 2026: Intip Cara Beli Tiket Pre-Sale Biar Nggak Kehabisan

Terkait informasi adanya kasus serupa yang disebut pernah terjadi sebelumnya hingga menyebabkan siswa pindah sekolah, Fresti mengatakan pihak sekolah tidak memiliki data mengenai adanya siswa yang pindah karena tindakan siswa yang sama.

Ia menyebut kejadian kekerasan fisik seperti yang dialami R baru pertama kali terjadi dan sebelumnya hanya terdapat kenakalan siswa yang dinilai masih dalam kategori biasa.

"Fokus kami saat ini ingin membantu memulihkan kondisi psikis dan menghilangkan trauma," pungkasnya.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
SD Hj Isriati Moenadi Ungaran perundungan Kabupaten Semarang