RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Jadi Penggerak Pendidikan Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo (UNW) meraih penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Penggerak Pendidikan Kesehatan Berbasis Masyarakat di Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2026 yang diselenggarakan di Patra Semarang Hotel & Convention.
Penghargaan ini diberikan atas komitmen Universitas Ngudi Waluyo dalam mengembangkan pendidikan kesehatan yang tidak hanya mencetak tenaga profesional, tetapi juga menjadi jalan menuju kehidupan masyarakat yang lebih sehat.
Pendidikan kesehatan dihubungkan dengan kebutuhan nyata melalui integrasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Fokusnya tidak berhenti pada layanan kuratif, namun juga mendorong pencegahan penyakit, peningkatan literasi kesehatan, perubahan perilaku, dan pemberdayaan masyarakat.
Rektor Universitas Ngudi Waluyo Prof Subyantoro mengucapkan terima kasih kepada Jawa Pos Radar Semarang atas apresiasi yang diberikan.
Menurutnya, kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Kampus yang sebagai wadah ilmiah harus terus mencermati dan mengembangkan ilmu untuk memberikan layanan kesehatan berbasis masyarakat secara prima.
"Kami atas nama civitas Universitas Ngudi Waluyo mengucapkan terima kasih kepada Jawa Pos Radar Semarang yang telah memberikan motivasi tersendiri bagi kami untuk terus memberikan pelayanan prima pada upaya untuk pendidikan kesehatan berbasis masyarakat. Bagaimana pun juga, kesehatan adalah tanggung jawab kita bersama. Tanggung jawab seluruh warga negara dan juga kampus sebagai bagian dari wadah ilmiah yang selalu mencermati keilmuan dalam upaya senantiasa memberikan pengembangan ilmu dan layanan kesehatan yang berbasis masyarakat secara prima,"ungkapnya usai menerima Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2026.
Prof Bi menambahkan penghargaan ini menjadi pemicu semangat kerja seluruh civitas dalam memberikan layanan prima di bidang kesehatan berbasis masyarakat. Diakuinya ilmu kesehatan yang dimiliki Universitas Ngudi Waluyo harus menjawab kebutuhan masyarakat.
Sebagai perguruan tinggi yang memiliki kekuatan di bidang kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo konsisten menyiapkan lulusan yang profesional dan kompeten.
Tak hanya itu rasa kepedulian pada persoalan kesehatan dimasyarakat juga menjadi hal penting yang ditanamkan kepada lulusan Universitas Ngudi Waluyo.
"Kami mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tidak hanya teori di kelas, tapi mahasiswa kami terjun langsung ke masyarakat melalui penelitian dan pengabdian. Kami fokus tidak hanya pada kuratif, tapi juga preventif, promotif, peningkatan literasi kesehatan, perubahan perilaku, dan pemberdayaan masyarakat. Sehingga lulusan Universitas Ngudi Waluyo profesional, kompeten, dan peduli,"jelasnya.
Universitas Ngudi Waluyo menghadirkan pendidikan kesehatan yang tidak berhenti di ruang kelas, tapi tumbuh menjadi pengetahuan, kesadaran, dan gerakan sehat di tengah masyarakat. Prof Bi berharap pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang pintar secara akademik.
Namun juga memiliki empati sosial. Dunia pendidikan khususnya kesehatan harus mampu menyiapkan insan kesehatan yang profesional sekaligus memiliki kepekaan terhadap persoalan nyata dimasyarakat.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi