RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Apresiasi diberikan kepada Bupati Semarang Ngesti Nugraha atas Inovasi dalam Pelayanan Publik dan Investasi di Kabupaten Semarang.
Penghargaan yang diterima langsung Bupati Semarang Ngesti Nugraha dalam acara malam Anugetah Jawa Pos Radar Semarang 2026 menjadi bukti Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengubah birokrasi menjadi solusi, membuka peluang, dan menggerakkan investasi untuk kemajuan daerah.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut penghargaan ini sejalan dengan prestasi di tingkat nasional. Sebelumnya, Kabupaten Semarang juga berhasil meraih peringkat kedua tingkat nasional dalam kategori kabupaten dari Kementerian Inveatasi dan Hilirisasi/BKPM dalam hal pelayanan investasi.
"Hari ini kami mendapat penghargaan dari Jawa Pos, Radar Semarang, yang sangat luar biasa. Tahun ini, kami juga mendapatkan juara dua tingkat nasional kategori Kabupaten. Kita berupaya maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama di bidang perizinan agar investasi terus masuk ke Kabupaten Semarang,"ungkapnya usai menerima penghargaan Jawa Pos Radar Semarang Award.
Ngesti mengakui kemudahan perizinan menjadi kunci untuk menarik investasi. Dengan investasi yang masuk, diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru, mengurangi angka kemiskinan, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi.
Melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) di Tuntang, Pemkab Semarang mengintegrasikan puluhan instansi dalam satu atap. Pelayanan menjadi lebih mudah, cepat, dan responsif bagi masyarakat dan pelaku usaha.
"Dan juga membuka lapangan kerja, mengurangi angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi juga agar semakin meningkat dan juga agar Kabupaten Semarang ke depan semakin lebih maju lagi," pungkasnya.
Berbagai inovasi digital dan jemput bola terus diluncurkan untuk memberi kepastian berinvestasi. Seperti SI-ANIDA (Sistem Informasi dan Aduan), SIMASPULKAM (Sistem Informasi Pelayanan Publik Kabupaten Semarang), ada pula LAILA (Layanan Perizinan Jemput Bola) yang emberikan informasi, konsultasi dan pendampingan kepada investor dalam menyelesaikan persoalan perizinan secara efektif.
Langkah SI SEMAR (Smart Investasi di Kabupaten Semarang) yang memudahkan pelaku usaha memahami alur perizinan yang tepat dan benar sehingga mendorong peningkatan nilai investasi.
Hingga JALA TRADISI (Jemput Bola Pasar Tradisional) inovasi pendampingan perizinan berbasis risiko yang menjangkau pelaku usaha mikro, kelompok tani hingga pedagang pasar tradisional. Berkat inovasi tersebut, Kabupaten Semarang berhasil dua besar nasional dalam kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan percepatan berusaha.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi