Pemerintahan Kabupaten Semarang Gelar Steril Gratis untuk 100 Kucing Jantan

Maria Novena Sinduwara • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 16:26 WIB

 

Tiga puluh lima kucing jantan jalanan saat antri untuk disteril di Kantor Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang. Kamis (24/9).
Tiga puluh lima kucing jantan jalanan saat antri untuk disteril di Kantor Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang. Kamis (24/9).

RADARSEMARANG.ID, Ungaran -Pemerintahan Kabupaten Semarang dalam hal ini Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang gelar steril kucing dan layanan vaksin rabis gratis.

Ada 100 kucing jantan dan 600 dosis vaksin rabies yang disediakan. Dua lokasi dipilih Dispertanikap untuk melayani steril yakni di Puskeswan Tegalwaton dengan kuota 25 kucing jantan dan Kantor Dispertanikap dengan kuota 75 kucing jantan.

Saat Jawa Pos Radar Semarang mengintip proses pelaksanaan steril ada hal yang mencuri perhatian.

Kucing jantan 35 ekor diantaranya ternyata kucing jalanan. Mereka diambil dari pasar tradisional, jalanan hingga tempat sampah. 

Baca Juga: 4 Bulan Sumur Mengering, Warga Jabungan Terpaksa Beli 5 Galon Air Sehari

Di balik program steril kucing gratis yang digelar Dispertanikap Kabupaten Semarang, ada peran dari para pegiat kucing jalanan. Salah satunya Ratih Pepera Probowati, pegiat steril kucing jalanan dari Ungaran.

Puluhan kucing tersebut dikumpulkannya hanya dalam sehari. Pagi dan sore Ratih menyisir sudut-sudut Ungaran, menangkap kucing-kucing liar yang tak terurus.

Ratih dan dua rekannya tidak sekadar menangkap dan menyerahkan untuk steril. Setelah operasi, kucing-kucing itu dirawatnya hingga benar-benar pulih sebelum dikembalikan ke habitat asalnya.

Tidak hanya membawa untuk disteril Ratih kerap membawakan makan hingga merawat kucing jalanan dengan kondisi yang parah. 

"Pagi ini kami membawa 35 ekor kucing jalanan dari Ungaran. Dari pasar, dari tempat sampah, dari jalanan, dari yang kita temui sehari-hari. Kita rawat dulu sampai sembuh, sampai betul-betul sehat. Baru kita lepas lagi ke tempat ketika kita mengambil. Tidak sembarangan dilepas karena dia kan sudah di tempatnya yang nyaman,"ungkapnya saat menunggu antrian. Kamis (24/9).

Wilayah jelajah Ratih sebagian besar di Ungaran dan Bawen. Fokusnya pun hanya kucing-kucing yang bermasalah. Pekerjaan mulia ini ditekuninya sejak 2015 sudah sekitar 11 tahun. Dulu ia memelihara 15 kucing Persia, kini tersisa satu ekor.

Sejak itu, ia beralih menjadi pegiat kucing jalanan. Semua biaya yang dibutuhkan untuk merawat kucing jalanan diakuinya dengan biaya sendiri atau jika membutuhkan biaya yang lebih besar seperti steril dirinya mencari donasi menggunakan kaleng sedekah.

"Program steril kucing ini sangat membantu kami. Biasanya kami mandiri membutuhkan biaya banyak. Kalau ada program steril gratis dari Pemerintah langsung kami ikut,"lanjutnya.

Sementara itu Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner, Yohana Diah Haruni menjelaskan steril kucing kali ini khusu kucing jantan. Program steril kucing jantan ini, digalakkan untuk mengantisipasi ledakan populasi kucing. Pemilihan kucing jantan sebagai sasaran steril dinilai lebih efektif dalam menekan populasi.

Sedangkan vaksinasi rabies sendiri, Dispertanikap Kabupaten Semarang menyediakan total 600 dosis. Diakuinya program steril ini mengandeng pencinta atau rescue kucing jalanan.

Baca Juga: 2 Laga Tanpa Gol, Rafinha Mulai Dievaluasi PSIS Semarang, Bakal Dicoret?

Sehingga kedepan populasi kucing terutama kucing jalan yang ada di Kabupaten Semarang tidak terus meningkat. Diketahui populasi anjing ada 828 ekor dan 14.417 ekor kucing di Kabupaten Semarang.

"Karena memang kita lebih potensial ke jantan. Saty jantan kan biasanya mengawini beberapa betina ya. Jadi kalau kita cuma steril betina hanya bisa mengurangi satu populasi, kalau jantan kan bisa mengurangi lebih banyak populasi,"jelasnya.

Yohana menambahkan dalam program steril kucing jantan gratis ini Dispertanikap Kabupaten Semarang melibatkan praktisi Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) yang ada di Kabupaten Semarang. Ada 12 dokter hewan swasta, hingga lima mahasiswa UNNES Program Studi Kedokteran Hewan.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang steril kucing jantan vaksin rabies Kabupaten Semarang