Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Ngudi Waluyo Raih Gelar Doktor

Maria Novena Sinduwara • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 13:21 WIB

 

Dr. Lila Kusuma Rahayu, S.Si., M.Si. Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Ngudi Waluyo Ungaran usai ujian promisi Doktor di gedung kampus Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro Kota Semarang.
Dr. Lila Kusuma Rahayu, S.Si., M.Si. Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Ngudi Waluyo Ungaran usai ujian promisi Doktor di gedung kampus Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro Kota Semarang.

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Ngudi Waluyo Ungaran Dr. Lila Kusuma Rahayu, S.Si., M.Si. berhasil menyelesaikan disertasi.

Disertasi yang berjudul Biodiversitas Khamir pada Ekosistem Mangrove Berbasis DNA Lingkungan dan Kultur Dependen yang Berpotensi untuk Bioremediasi Logam Berat selesai dikerjakan.

Usai ujian, Lila sapaan akrabnya mengaku penelitian tentang biodiversitas mikroba di ekosistem mangrove masih sangat minim. Kalaupun ada, kebanyakan hanya menggunakan satu metode yakni kultur dependen.

Keterbatasan itu dijawab melalui sebuah penelitian yang mengintegrasikan dua metode sekaligus, yakni metode kultur konvensional dan metode DNA lingkungan.

Integrasi dua metode ini membuat cakupan biodiversitas yang terungkap menjadi jauh lebih luas. 

Jika metode konvensional hanya bisa mendeteksi mikroba yang mampu tumbuh di laboratorium, metode DNA lingkungan mampu mengungkap seluruh mikroba yang ada di ekosistem tersebut.

"Kalau dengan konvensional kan harus ditumbuhkan di laboratorium dan hanya dapat tumbuh di laboratorium. Kalau dengan DNA lingkungan, itu tercakup semua yang didalam ekosistem mangrove. Tentu saya berharap penelitian ini bisa memberi manfaat bagi upaya konservasi dan restorasi mangrove yang saat ini banyak mengalami kerusakan,"ungkapnya.

Lila juga mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Hal ini penting karena mangrove merupakan bagian dari ekosistem karbon biru (blue carbon) yang memiliki kemampuan menyimpan karbon dalam jumlah besar sehingga dapat menahan laju pemanasan global.

Upaya menjaga mangrove tidak bisa hanya dibebankan pada generasi muda, tetapi juga memerlukan dukungan serius dari pemerintah dan pihak-pihak terkait.

Sementara itu Ketua Umum Dewan Pengurus Yayasan Ngudi Waluyo Ungaran Prof. Dr. DYP Sugiharto, S.Hut., M.Sc. mengatakan gelar yang diterima promovenda Lila tentunya menjadi suntikan motivasi baru.

Pencapaian ini sengaja dijadikan contoh dan penyemangat bagi seluruh civitas akademika. Ia menjelaskan, pada kegiatan tersebut pihaknya sengaja mengundang banyak calon doktor dari kalangan dosen agar termotivasi untuk segera menyelesaikan studi lanjut.

Baca Juga: Kalender September 2026: Lengkap dengan Weton, Neptu, Wuku, dan Wataknya

Menurutnya, ada dua konteks besar dari pencapaian ini. Secara mikro, ini adalah upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama dosen. Secara makro, penelitian doktoral tersebut juga berdampak pada masyarakat.

Ia juga menambahkan, keberhasilan ini juga menjadi bukti soliditas internal yayasan. Bersama promovenda Lila, pihaknya bersama-sama mengabdi untuk kemajuan yayasan dan universitas.

"Kalau secara mikro ya kegiatan hari ini adalah merupakan penyemangat yayasan. Dengan demikian, pengurus yayasan yang memberi contoh selesai doktor ini menjadi motivasi dan inspirasi para dosen-dosen di Universitas Ngudi Waluyo. Dalam konteks meningkatkan kualitas sumber daya, terutama dosen. Dalam konteks makro, untuk masyarakat, tentu ini adalah salah satu upaya karena saya ikut berproses dalam penelitian ini untuk meningkatkan pemberdayaan, seperti hutan mangrove dan semacamnya,"jelasnya.(ria)

 

Editor : Baskoro Septiadi
Universitas Diponegoro Semarang ungaran Universitas Ngudi Waluyo