RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Palang Merah Indonesia Kabupaten Semarang targetkan Rp 1,7 miliar di Bulan Dana PMI tahun 2026. Meski ditengah kondisi ekonomi yang masih belum stabil, PMI Kabupaten Semarang tetap optimis melampaui target. Target tersebut meningkat sekitar Rp 400 juta dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp 1,35 miliar.
Ketua Panitia Bulan Dana PMI Kabupaten Semarang 2026, Bondan Marutohening, mengatakan kondisi ekonomi saat ini harus menjadi pertimbangan dalam menentukan strategi penggalangan dana. Tantangannya kondisi ekonomi seperti ini.
Baca Juga: Kabar Baik, Insentif Guru Non-ASN Salatiga Dianggarkan Rp6,7 Miliar, Dibayar Mulai Oktober 2026
"Karena tantang ini kita harus berimprovisasi dan agak kreatif untuk penggalangan dana. Sehingga tidak membebani masyarakat,"ungkapnya usai
Pencanangan Bulan Dana PMI Kabupaten Semarang Tahun 2026 di pendapa rumah dinas Bupati Semarang, Jumat (11/9).
Panitia juga akan mencari pola penggalangan yang lebih kreatif. Mekanisme tersebut masih akan dibahas lebih lanjut agar target dapat tercapai tanpa menambah beban masyarakat.
Sementara Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengajak seluruh elemen masyarakat turu bergotong royong menyukseskan Bulan Dana PMI. Penggalangan tidak hanya menyasar aparatur sipil negara (ASN) dan non-ASN, tetapi juga perusahaan serta masyarakat umum.
Pihaknya berharap masyarakat dapat menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu warga yang membutuhkan, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan kebencanaan.
Selain masyarakat, Pemkab Semarang juga akan mengoptimalkan potensi dari perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun bentuk bantuan lainnya.
Penyaluran dana PMI akan diprioritaskan untuk kebutuhan kebencanaan dan kegiatan donor darah. Bantuan sosial lainnya juga tetap menjadi bagian dari pemanfaatan dana yang terkumpul.
"Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, harapan kami penggalangan dana tetap dapat berjalan dengan semangat gotong royong tanpa membebani masyarakat,"pungkasnya.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi