RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Dua ribu mahasiswa baru Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Ungaran ikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 700 diantaranya mengikuti langsung di GOR Mandala Arogya Sanskriti, Kampus Farmasi Selasa (8/9) sisanya lewat daring.
Rektor UNW Prof. Dr. Subyantoro mengajak mahasiswa baru tidak sekadar menjadi insan akademik, tetapi tumbuh sebagai pribadi berkarakter unggul dan berani mengejar prestasi tanpa batas.
Ia juga menekankan bahwa memasuki perguruan tinggi bukan sekadar berpindah dari bangku sekolah ke ruang kuliah. Lebih dari itu, mahasiswa sedang memasuki gerbang transformasi kehidupan.
Menurut Prof Bi, mahasiswa baru kini bertransformasi dari seorang pelajar yang selama ini banyak mendapat arahan menjadi seorang mahasiswa yang dituntut mampu menentukan arah perjalanan akademiknya sendiri.
Baca Juga: Ngaku Berizin Kunjungan, Dua WNA China Malah Kerja di Proyek Kawasan Industri Kendal
Ia turut menggambarkan dunia perguruan tinggi sebagai samudera luas yang menuntut keberanian, kemandirian, dan ketangguhan. Menurut dia, kampus harus menjadi laboratorium kehidupan.
Tempat mahasiswa bukan hanya mengasah kemampuan intelektual, tetapi juga membangun kepekaan sosial dan kepemimpinan.
"Mahasiswa harus berani terlibat dalam berbagai aktivitas, organisasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun kegiatan pengembangan diri yang dapat memperkaya pengalaman dan membentuk karakter. Dalam perjalanan akademik Saudara, kecerdasan kognitif adalah daun dan bunganya, namun Sinergi Karakter Unggul adalah akarnya,"ungkapnya. Selasa (8/9).
Ia menekankan bahwa kecerdasan tanpa integritas dan etika dapat kehilangan arah. Karena itu, mahasiswa UNW ditempa untuk memegang empat pilar utama, yakni keintegritasan, kevisioneran, kepedulian, dan kebersamaan.
Keberhasilan seorang mahasiswa tidak semata-mata diukur dari nilai akademik. Keberhasilan juga tercermin dari karakter, cara bersikap, kemampuan bekerja bersama, serta kontribusi yang diberikan kepada lingkungan dan masyarakat.
Kegiatan PKKMB juga diisi oleh berbagai narasumber baik dari Dinas Kesehatan, BNN hingga TNI. Pengisian materi tersebut guna menekan resiko bullying diarea kampus. Tentunya juga mendukung visi dan misi Universitas Ngudi Waluyo yakni kampus berbudaya sehat.
"Kami mengajak mahasiswa baru untuk menjadikan kampus UNW sebagai pijakan peluncuran atau launchpad untuk mengepakkan sayap Prestasi Global Tanpa Batas! Jangan pernah takut bermimpi besar. Mengukir prestasi hingga ke kancah internasional,"lanjutnya.
Salah satunya Ketua Pengurus Daerah Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) Jawa Tengah Nurjanah.
Baca Juga: Update Harga Honda Brio September 2026 Sekarang Harganya Terjangkau
Ia memaparkan terkait perilaku sehat dengan tidak merokok. Ketepatan mensosialisasikan bahaya rokok hingga penyalahgunaan narkoba di mahasiswa baru sangat tepat.
Ritme ini harus dilakukan karena ia menilai saat sekolah di SMA ataupun di SMK kedisiplinan untuk tidak merokok menggunakan narkoba tentunya lebih ketat.
Jika saat ini Universitas Ngudi Waluyo menggunakan mahasiswa diarea kampus tidak boleh merokok dan menggunakan narkoba, Nurjanah mendukung.
"Iya saya kira anak muda baru masuk kuliah ini kan dari SMA biasanya lebih ketat kalo mahasiswa kan lebih bebas ya pergaulannya. Jadi emang tepat kalo disampaikan ke mahasiswa baru,"ungkapnya.
Pihaknya mengakui penggunaan rokok elektronik dikalangan anak muda saat ini memang meningkat. Secara nasional dari data 10 tahun meningkat 100 persen.
Dan pihaknya pernah meneliti di kalangan remaja SMP, SMA, hingga mahasiswa lebih dari seribu pelajar dan mahasiswa di Jawa Tengah itu trend merokok elektronik.
Sehingga sosialisasi masuk ke kampus melibatkan mahasiswa baik mahasiswa baru maupun mahasiswa lama harus terus dilakukan.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi