Bupati Semarang Ngesti Nugraha Minta Hentikan Sementara Kajian PLTP di Kawasan Gedong Songo 

Maria Novena Sinduwara • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 05:50 WIB

 

Pemerintah Kabupaten Semarang saat melakukan rapat koordinasi rencana eksplorasi panas bumi di Kabupaten Semarang di Ruang Dharma Satya Sekretariat Daerah Kabupaten Semarang.
Pemerintah Kabupaten Semarang saat melakukan rapat koordinasi rencana eksplorasi panas bumi di Kabupaten Semarang di Ruang Dharma Satya Sekretariat Daerah Kabupaten Semarang.

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Bupati Semarang Ngesti Nugraha meminta perihal eksplorasi panas bumi di Gunung Ungaran tidak dilakukan kegiatan apapun.

Ngesti meminta PT PLN menghentikan sementara kajian rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di kawasan Gedongsongo, Desa Candi, Kecamatan Bandungan.

Permintaan tersebut disampaikan untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah ramainya pemberitaan mengenai rencana proyek geotermal tersebut.

Baca Juga: Warga hingga Seniman Kompak Tolak Proyek Geothermal Gunung Ungaran, Soroti Risiko Lingkungan dan Budaya

Masyarakat perlu diberikan ketenangan agar tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa terganggu isu mengenai rencana pembangunan PLTP.

"Terkait rapat koordinasi hari ini, untuk kegiatan yang dilakukan PT PLN terkait kajian dan sebagainya yang ada di wilayah Gunung Ungaran, kami sepakat meminta dipending sementara agar masyarakat tenang dan kondusif. Aktivitas apapun disana kami minta diberhentikan,"ungkapnya usai rapat koordinasi bersama PT PLN Persero dan PT Geo Dipa Energi.

Ngesti juga mengatakan kondisi di lapangan saat ini cukup ramai dengan adanya pembahasan mengenai rencana geothermal Gunung Ungaran.

Karena itu, pemerintah daerah mengambil sikap untuk meminta PLN menunda terlebih dahulu kegiatan di kawasan tersebut.

Kabupaten Semarang sendiri saat ini tengah menghadapi sejumlah agenda pemerintahan, termasuk persiapan pelaksanaan pilkades pada Desember mendatang.

"Kami minta sementara waktu PT PLN tidak melakukan kegiatan apa pun dulu, agar masyarakat kondusif. Apalagi Desember mau pilkades,"lanjutnya.

Di sisi lain kegiatan PT Geo Dipa Energi di wilayah Banyubiru tetap berjalan. Pemkab Semarang memberikan ruang bagi kegiatan tersebut dengan catatan komunikasi dengan pemerintah desa dan pemerintah daerah harus terus dilakukan secara intensif.

Proses yang dilakukan Geo Dipa saat ini di antaranya berkaitan dengan pembebasan atau sewa tanah serta pembebasan lahan untuk jalur angkutan.

Dalam pelaksanaannya, komunikasi dengan masyarakat dilakukan dengan pendampingan dari Pemkab Semarang. 

Baca Juga: Proyek Geothermal Gunung Ungaran 55 MW Bikin Warga Resah, Khawatir Berdampak ke Pertanian

Pemkab Semarang juga akan terus memantau kegiatan tersebut. Jika dalam perkembangannya terdapat hal yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat, pemerintah akan melakukan evaluasi. Terkait dengan proyek geothermal, ada dua lokasi di Kabupaten Semarang.

Pertama, proyek geothermal yang dikelola PT Geo Dipa Energi di kawasan Telomoyo. Kedua, PT PLN yang melakukan kegiatan eksplorasi di wilayah Gunung Ungaran. 

"Kalau Geo Dipa tetap dilaksanakan, asalkan intens komunikasi dengan masyarakat dan pemda. Untuk Geo Dipa sudah berjalan. Prosesnya pembebasan tanah terkait sewa tanah, ada juga yang dibebaskan jalur angkutannya. Tapi intens melakukan komunikasinya yang didampingi Pemkab,"lanjutnya.

Berkaitan dengan isu-isu yang ada Ngesti meminta masyarakat tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya terkait geothermal.

Ia mengajak warga tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dan menjaga situasi Kabupaten Semarang tetap aman.

Pemerintah Kabupaten Semarang membuka ruang dialog dengan berbagai pihak untuk membahas persoalan geothermal maupun isu lain yang berpotensi memengaruhi kondusivitas wilayah.

"Kami mohon masyarakat Kabupaten Semarang jangan mudah terpancing dengan isu yang tidak pas. Masyarakat biar tetap kerja. Yang tani juga biar tani. Kami membuka ruang diskusi dengan siapapun dalam rangka untuk kondusifitas wilayah Kabupaten Semarang,"pungkasnya.

Senior Manajer Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PT PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah Ferdian Kusuma mengatakan, rencana pembangunan PLTP Gedongsongo masih dalam tahap awal perencanaan.

Menurutnya, PLN akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya dalam proses tersebut. Menanggapi arahan Bupati Semarang untuk menghentikan sementara kegiatan kajian, Ferdian mengatakan pihaknya akan menyampaikan hal tersebut kepada pimpinan PLN. 

"Intinya, kami berharap kepada masyarakat untuk tidak khawatir atas proyek ini. Sesuai arahan Bapak Bupati Semarang, kami akan berkoordinasi dengan pimpinan kami,"pungkasnya.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
geothermal Bupati Semarang Ngesti Nugraha Kabupaten Semarang Gunung Ungaran