
RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Warga menemukan jasad bayi perempuan di Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi terkubur di sebuah kebun milik warga.
Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo membenarkan penemuan tersebut. Untuk mengungkap kejadian secara menyeluruh, Polres Semarang menerjunkan Unit Inafis untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan sejumlah petunjuk.
Penemuan jasad bayi itu bermula ketika seorang warga, Gendro Susanto, 38, sedang mencari rumput untuk pakan ternaknya sekitar pukul 15.30 WIB.
Saat berada di kebun milik seorang warga, Gendro melihat gundukan tanah yang tampak masih baru. Karena curiga, dia kemudian menggali bagian tanah tersebut.
Betapa terkejutnya Gendro ketika menemukan sesosok bayi dalam posisi tertelungkup dan terkubur di dalam tanah. Tubuh bayi tersebut juga ditemukan dalam kondisi tertutup kain daster.
"Benar, telah ditemukan seorang bayi perempuan dalam kondisi terkubur di wilayah Desa Duren, Kecamatan Bandungan. Saat ini kami melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti guna mengungkap kejadian tersebut,"ungkapnya.
Setelah menemukan bayi tersebut, Gendro segera menghubungi Ketua RT setempat. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Kepala Desa Duren.
Selanjutnya, penemuan itu dilaporkan kepada pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas Desa Duren Bripka Dhenis Agus.
Berdasarkan pemeriksaan awal, bayi tersebut berjenis kelamin perempuan. Panjang tubuhnya sekitar 49 sentimeter dengan berat kurang lebih 3,4 kilogram.
Dari perkiraan awal, bayi tersebut diperkirakan baru dilahirkan sekitar satu hari sebelum ditemukan warga. Namun, untuk memastikan waktu kelahiran maupun kondisi lainnya, kepolisian masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Proyek Geothermal Gunung Ungaran 55 MW Bikin Warga Resah, Khawatir Berdampak ke Pertanian
Polres Semarang mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi berkaitan dengan kejadian tersebut untuk segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.
"Kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan seluruh informasi serta petunjuk yang ada. Kami akan mendalami kejadian ini secara serius untuk mengetahui kronologi secara lengkap dan mengungkap siapa yang bertanggung jawab,"pungkasnya.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi