RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Ada 18 desa di sembilan kecamatan di Kabupaten Semarang krisis air bersih. Krisis tersebut terjadi setelah musim kemarau datang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang
terus menggandeng berbagai pihak untuk bersama-sama membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak. Upaya droping air bersih guna memenuhi kebutuhan warga melibatkan PMI dan Baznas Kabupaten Semarang, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan
Pemkab Semarang, serta Polres Semarang. Termasuk perusahaan swasta, hingga berbagai komunitas.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha usai penyaluran bantuan air bersih di Dusun Bulu, Desa Dadapayam, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang mengatakan warga Dusun Bulu, Desa Dadapayam, merupakan satu dari 18 desa yang mengalami krisis air bersih dan sangat membutuhkan bantuan.
Bantuan air bersih sebanyak 15 tangki disalurkan kepada warga yang membutuhkan di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Semarang.
"Sehingga, total bantuan air bersih Pemerintah Kabupaten Semarang yang disalurkan kepada masyarakat terdampak total mencapai 275 tangki air untuk 18 desa di Kabupaten Semarang,"ungkapnya. Kamis (3/9).
Salah satu warga Dusun Bulu Dariyati 60, mengaku kesulitan air bersih berlangsung selama empat bulan.
Selain sumur-sumur warga mengering, akses air bersih dari instalasi Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) juga semakin terbatas.
Bahkan kualitas air Pamsimas juga sudah jelek. Akibatnya warga harus membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan memasak setiap hari.
"Seperti ini sudah empat bulan. Kami mengandalkan droping air dan beli air galon untuk memenuhi kebutuhan. Dusun Bulu ini sangat membutuhkan bantuan air bersih,"keluhnya.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi