Warga hingga Seniman Kompak Tolak Proyek Geothermal Gunung Ungaran, Soroti Risiko Lingkungan dan Budaya

Maria Novena Sinduwara • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 18:45 WIB

 

Masyarakat dari berbagai lapisan tandatangani dan ikuti dialog penolakan proyek geothermal di Camp Kendalisodo, Bawen, Kabupaten Semarang.
Masyarakat dari berbagai lapisan tandatangani dan ikuti dialog penolakan proyek geothermal di Camp Kendalisodo, Bawen, Kabupaten Semarang.

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Aliansi masyarakat, seniman hingga pemuda dari kawasan Gunung Ungaran dan Telomoyo yang tergabung dalam Semar Menggugat menggelar aksi penolakan terbuka.

Terlihat puluhan masyarakat berdatangan ke Camp Kendalisodo, Bawen, Kabupaten Semarang.

Secara bergantian aliansi masyarakat, seniman, penguat, hingga para pemuda menyuarakan penolakan proyek pengembangan energi panas bumi (geothermal) di Gunung Ungaran, Jawa Tengah.

Baca Juga: Proyek Geothermal Gunung Ungaran 55 MW Bikin Warga Resah, Khawatir Berdampak ke Pertanian

Penolakan terdengar mulai dari nantinya dampak lingkungan, pertanian hingga mempertahankan urgensi pembangunan geothermal itu sendiri. Apalagi diketahui Jawa Tengah tidak sedang kekurangan pasokan listrik.

Tak hanya itu kekhawatiran pecinta lingkungan dan budaya akan Iron Gunung Ungaran yakni Candi Gedong Songo Bandungan juga terdengar. 

Ketua Umum Yayasan Kedaton Mataram Agung Miko Yulianto mengatakan aksi penolakan terbuka ini merupakan gebrakan luar biasa.

Ia menyoroti Gunung Ungaran ini merupakan simbol secara budaya ada situs Candi Gedong Songo yang sudah ada sejak abad ke 8.

Jika di situ terjadi pengeboran ia menilai sangat disayangkan. Pemerintah juga diminta untuk mengkaji budaya yang ada disana.

Sehingga bisa muncul dampak kerusakan lingkungan apa yang terjadi jika proyek geothermal ini dilaksanakan.

"Saya sendiri mewakili daripada semua lapisan budaya, sangat menyayangkan, andaikan di situ dijadikan pengeboran. Karena di situ terdapat suatu situs,"ungkapnya. Rabu (2/9).

Hingga saat ini ia mengaku belum ada sosialisasi terkait geothermal. Sementara itu aliansi Semar Gugat Mbah Rahman secara tertulis mengatakan kegiatan ini diselenggarakan untuk merespons ancaman nyata dari rencana pengembangan proyek geotermal yang menyasar kawasan hulu dan ruang hidup warga.

Wilayah Gunung Ungaran dan Telomoyo merupakan penopang utama kehidupan masyarakat sekitar, khususnya para petani yang sangat bergantung pada kelestarian ekosistem, kesuburan lahan, dan ketersediaan air bersih.

Baca Juga: Proyek Geothermal Gunung Ungaran Picu Kekhawatiran, Krisis Air dan Gempa Mengintai

Selain itu, kawasan ini juga menjadi rumah bagi kekayaan sejarah dan budaya melalui keberadaan Cagar Budaya Gedong Songo.

"Dalam aksi hari ini, Semar Gugat menyampaikan beberapa poin krusial penolakan terhadap proyek geotermal. Satu ancaman ruang hidup dan petani. Aktivitas pengeboran tanah berisiko merusak ekosistem vital, mencemari sumber air bersih, serta mematikan mata pencaharian mayoritas penduduk yang bertumpu pada sektor pertanian. Kedua kerusakan cagar budaya Gedong Songo. Ini tentang eksploitasi di kawasan sekitar berpotensi merusak atau menghancurkan situs sejarah penting yang menjadi identitas kebudayaan bangsa. Sekaligus mengancam mata pencaharian masyarakat dari sector pariwisata. Ketiga risiko tinggi bencana ekologis. Kawasan Gunung Ungaran dan Telomoyo memiliki kerentanan bencana yang tinggi, di mana aktivitas pengeboran dikhawatirkan dapat memicu bencana alam dahsyat dan membahayakan keselamatan jiwa warga. Suara perlawanan kultural turut disuarakan dengan tegas oleh para seniman yang hadir,"jelasnya.

Rahman menambahkan ini juga sebagai wujud solidaritas dan komitmen bersama dalam menolak proyek geothermal.

Sebelumnya juga masyarakat yang datang melakukan penandatanganan petisi penolakan di atas kain putih sepanjang 50 x 1 meter. 

"Melalui momentum konsolidasi di Camp Kendalisodo ini, kami Semar Gugat mendesak pemerintah untuk segera mendengarkan suara rakyat, mencabut rencana proyek geotermal, dan mengutamakan model pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada keselamatan lingkungan serta kesejahteraan warga lokal,"pungkasnya.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
geothermal aksi penolakan geothermal Kabupaten Semarang Gunung Ungaran