RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Proyek pengembangan energi panas bumi (geothermal) yang direncanakan di Gunung Ungaran mulai dibicarakan warga sekitar Candi Gedong Songo. Kekhawatiran warga pun mulai muncul.
Proyek yang akan dikelola oleh PLN ini memiliki potensi listrik mencapai 55 megawatt (MW).
Warga Dusun Darum Desa Candi Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah mengaku mulai resah dengan kabar pengeboran geothermal di kawasan Gunung Ungaran.
Baca Juga: Proyek Geothermal Gunung Ungaran Picu Kekhawatiran, Krisis Air dan Gempa Mengintai
Keresahan diikuti setelah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menerbitkan izin pemanfaatan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran.
Budi salah satu warga Dusun Darum Desa Candi Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang mengaku kondisi warga saat ini lebih ke bingung.
Informasi terkait geothermal di Gunung Ungaran yang diterima tidak jelas. Saat ini warga sekitar mengantungkan pekerjaan dilarang pertanian.
Dampak lingkungan diakuinya jika proyek tersebut dilakukan tentu akan dirasakan warga sekitar. Dampak dari pengeboran dikhawatirkan ke pertanian.
"Warga di sini kebanyakan bekerja dan bergantung pada pertanian, bagaimana kelangsungan hidupnya kalau pengeboran geothermal itu berdampak pada sumber air,"keluhnya saat ditemui. Selasa (1/9).
Warga sekitar juga mengetahui belum lama ini sekitar empat bulan yang lalu ada kelompok yang berjumlah 50 orang melakukan aktivitas penelitian.
Mereka membawa perlengkapan lengkap termasuk genset. Namun Budi mengaku tidak tahu pasti arah penelitian tersebut. Karena tidak ada komunikasi dengan pihak desa maupun warga sekitar.
Diakui Budi juga ada dua titik yang diteliti yakni wilayah Posong dan kawah sumber air panas di Candi Gedong Songo.
Diperkirakan jarak ke pemukiman sekitar satu kilometer. Ditanyakan perihal komunitas yang melalukan penolakan yang ramai di Facebook, Budi mengaku hanya mengetahui lewat media sosial saja.
Baca Juga: Gunung Ungaran Potensi Hasilkan 55 Megawatt Panas Bumi, Pengeboran Baru Bisa 2028
"Kalau dari warga lokal, masih menunggu keberlanjutannya bagaimana. Karena sampai saat ini pun belum ada sosialisasi,"lanjutnya.
Sementara itu Kepala Desa Candi Kecamatan Bandungan Sudarwanto mengaku pemerintah desa hingga saat ini belum mengetahui apa-apa.
Tidak ada surat tertulis maupun lisan dari pihak terkait untuk tembusan perihal geothermal Gunung Ungaran. Pihaknya juga mengaku mendengar kabar geothermal dari media sosial.
"Kalau kalau mendengar, sih mendengar, tapi kepastiannya itu kan kami belum ya. Terus mau dilaksanakan kapan, maka kita juga belum tahu, karena memang belum ada informasi kan,"ungkapnya.
Namun Sudarwanto mengaku wacana akan adanya Proyek pengembangan energi panas bumi (geothermal) di Gunung Ungaran sudah sejak tahun 2011 hingga 2012.
Bahkan warga sekitar saat itu sudah sempat diajak untuk studi banding ke Kamojang Jawa Barat. Namun proyek itu pun tak ada kejelasannya.
Jika proyek tersebut dikerjakan tentunya berdampak dapat tiga Dusun yang ada diwilayah Gedong Songo Bandungan.
Besar kemungkinan ada tiga Dusun yang terdamapak karena letaknya cukup dekat. Yakni Dusun Darum dengan 90an KK, Dusun Ngipik dengan 160an KK, dan Dusun Talun dengan 300 KK.
"Harapan kami jika memang kalau ini nanti bener-bener jalan, pertama ada tembusan ke desa. Adanya sosialisasi ke desa dan masyarakat. Terutama keuntungan dan kerugian adanya geothermal ini,"lanjutnya.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi