RADARSEMARANG.ID Ungaran – Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, digegerkan dengan penemuan bayi perempuan yang masih hidup di kawasan depan makam Desa Pakopen, Senin (25/8).
Bayi tersebut ditemukan di bawah pohon mahoni, tepatnya di Jalan Raya Jimbaran–Lemah Abang, Dusun Pakopen, Desa Pakopen.
Saat ditemukan, bayi berada di dalam bungkusan plastik kresek warna putih dan masih dalam kondisi hidup.
Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo membenarkan adanya temuan bayi yang masih dalam kondisi hidup tersebut. Laporan masuk ke Polsek Bandungan sekitar pukul 16.40 WIB, Senin (25/8).
Baca Juga: Puluhan Anak Berlatih Menjadi Wartawan di Tegalrejo Salatiga
Heru membeberkan, penemuan bayi bermula ketika seorang warga bernama Slamet, 73, hendak mencari kayu bakar dan botol bekas di sekitar lokasi.
Saat sedang mencari, saksi terkejut melihat sebuah bungkusan plastik putih. Setelah didekati, ternyata bungkusan tersebut berisi seorang bayi yang masih dalam keadaan hidup.
"Melihat kejadian tersebut, pak slamet hendak melaporkan ke pak Kades. Namun karena di lapangan Desa Pakopen ada beberapa warga sedang kerja bakti, maka disampaikan ke warga dan warga segera menghubungi Polsek Bandungan,"jelasnya. Selasa (25/8).
Melihat kondisi bayi yang masih hidup, warga kemudian segera memberikan pertolongan dan membawa bayi ke tempat praktik Bidan Nur Endang Sulastri. Lokasi praktik bidan tersebut tidak jauh dari tempat bayi ditemukan.
Bayi kemudian mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis. Sementara itu, Polsek Bandungan yang menerima laporan langsung melakukan pengecekan kondisi bayi, mendatangi lokasi penemuan, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah warga yang mengetahui kejadian tersebut.
"Hasil pemeriksaan dari Bidan Desa bayi dalam keadaan sehat. Perkiraan lahir beberapa jam lalu dengan tali pusar masih menempel. Ada pun bobot bayi 3.1 kilogram dan panjang 48 sentimeter,"lanjutnya.
Hingga saat ini, Polres Semarang masih melakukan penyelidikan terkait penemuan bayi tersebut. Polisi memburu pelaku yang tega membuang bayi perempuan tersebut sekaligus mendalami motif di balik kejadian.
Heru menambahkan, masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut dapat melaporkannya kepada Polres Semarang atau menghubungi layanan 110. (ria)
Editor : Baskoro Septiadi