Sampah Sayur Jadi Biogas, Karang Taruna Desa Manggihan Raih Juara 1 Jateng dan Melaju ke Nasional

Maria Novena Sinduwara • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 09:18 WIB

 

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang sulap sampah organik jadi energi.
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang sulap sampah organik jadi energi.

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Limbah rumah tangga sisa sayuran dan buah yang selama ini kerap berakhir menjadi sampah, disulap Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, menjadi sumber energi alternatif berupa biogas.

Inovasi tersebut pun juga mengantarkan Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah. Atas capaian tersebut, mereka juga akan mewakili Jawa Tengah dalam lomba tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada awal September 2026.

Saat ditemui Ketua Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Juari, mengatakan inovasi biogas dari limbah sayuran berangkat dari persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat. Karena lokasinya di wilayah hulu Danau Rawapening. Danau Rawapening sendiri merupakan salah satu danau prioritas nasional. 

Baca Juga: Pemkab Semarang Gelar Pemutihan Pajak, Denda Tunggakan PBB 12 Tahun Resmi Dihapus

"Kami punya masalah dari kotoran sapi, limbah lainnya. Terutama sampah rumah tangga yang selama ini belum terlalu tertangani. Semakin hari semakin menumpuk sehingga kita lakukan inovasi merubahnya menjadi energi,"jelasnya. Minggu (23/8).

Karang Taruna kemudian mencoba mengembangkan pengolahan sampah organik rumah tangga, khususnya sisa sayuran dan buah, menjadi biogas menggunakan drum. Ini tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga menghasilkan energi yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Biogas digunakan untuk kebutuhan memasak, sedangkan hasil pengolahannya juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair. Selain mengolah sampah organik rumah tangga, Karang Taruna Dharma Remaja juga memanfaatkan limbah kotoran sapi. 

Limbah tersebut diolah menjadi pupuk fermentasi, pupuk kascing, serta biogas melalui instalasi yang lebih permanen. Pemanfaatan hasil inovasi tersebut saat ini belum diarahkan untuk komersialisasi. Karang Taruna justru menghibahkan sejumlah peralatan pengolahan kepada masyarakat, sekolah, maupun instansi.

"Alat-alat yang ada kami hibahkan ke masyarakat. Ke depan kami juga masuk ke sekolah-sekolah dan instansi. Ada beberapa yang sudah kami hibahkan,"lanjutnya.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Semarang, Lugud Endro Susilo, mengatakan prestasi Karang Taruna Dharma Remaja menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Semarang.

Setelah meraih juara pertama tingkat Jawa Tengah, mereka kini bersiap membawa inovasi tersebut ke tingkat nasional. Potensi energi dari pengolahan sampah tersebut masih dapat dikembangkan lebih luas sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Desa Manggihan. Apresiasi juga disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening.

Ia menilai inovasi biogas berbahan limbah sayuran yang dikembangkan Karang Taruna Dharma Remaja merupakan terobosan yang patut dikembangkan. Bondan menilai pemanfaatan limbah sayuran sebagai bahan baku biogas memiliki nilai strategis karena tidak hanya membantu mengurangi persoalan sampah, tetapi juga menghasilkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Saya mengapresiasi dan berbangga dengan inovasi yang dilakukan Karang Taruna Desa Manggihan dan dibantu pemerintah desa. Biogas yang mereka kembangkan dari limbah sayur ini merupakan inovasi yang baru, karena belum banyak yang mengembangkan. Harapannya terus berkembang agar semakin bermanfaat untuk masyarakat,"timpalnya. (ria)

Editor : Baskoro Septiadi
Karang Taruna Kabupaten Semarang Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang