Pemerintah Kabupaten Semarang Bagikan 15 Kaki Palsu

Maria Novena Sinduwara • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:20 WIB

 

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang Istichomah saat temani warga disabilitas mencoba kaki palsu di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Semarang.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang Istichomah saat temani warga disabilitas mencoba kaki palsu di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Semarang.

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Sebanyak 15 kaki paslu dibagikan warga penyandang disabilitas di Kabupaten Semarang. Bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten Semarang 2026 tersebut memiliki nilai anggaran Rp 135 juta. 

Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah saat ditemui mengatakan, masing-masing kaki palsu memiliki anggaran sekitar Rp 9 juta. Penyerahan sekaligus pemasangan bantuan dilakukan di Aula Kantor Dinsos Kabupaten Semarang. Proses pemberian bantuan diawali dari usulan masyarakat yang membutuhkan kaki palsu. Dinsos kemudian melakukan kunjungan dan pengecekan kondisi calon penerima sebelum melakukan verifikasi data.

Setelah penerima ditetapkan, Dinsos mendatangkan rekanan pembuat kaki palsu untuk melakukan pengukuran.

"Kaki palsu ini diberikan dibuat secara khusus atau custom sesuai kondisi masing-masing penerima. Sebulan yang lalu sudah dilakukan pengukuran. Hari ini orangnya dihadirkan lagi untuk pemasangan. Kalau ternyata ada yang tidak pas, saat itu juga diperbaiki oleh teknisinya,ungkapnya. Rabu (19/8).

Penerima bantuan merupakan warga yang mengajukan melalui petugas lapangan, terutama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Dari 15 penerima, dua orang berasal dari Kecamatan Bancak, tiga orang dari Pringapus, dua orang dari Suruh, dan dua orang dari Ungaran Timur.

Baca Juga: Polisi Jadi Pembina Apel, 1.043 Siswa SMPN 2 Ungaran Dapat Edukasi Hukum

Sementara dari Bergas, Pabelan, Kaliwungu, Ungaran Barat dan Ambarawa masing-masing terdapat satu penerima. Bantuan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Semarang dalam membantu warga penyandang disabilitas agar dapat kembali beraktivitas secara lebih mandiri.

"Warga yang telah disetujui kemudian mengikuti pengukuran oleh rekanan pembuat kaki palsu Difabelcare. Pada tahun ini Dinsos masih akan menyalurkan tambahan enam kaki palsu melalui anggaran perubahan. Tambahan tersebut diberikan untuk menindaklanjuti permintaan warga yang masuk ke Dinsos,"pungkasnya.

Sementara pada 2025 lalu, Dinsos Kabupaten Semarang telah menyalurkan 10 unit kaki palsu. Program bantuan serupa juga dipastikan tetap dianggarkan pada 2027 mendatang. Salah satu penerima bantuan, Mariyono 53 warga Desa Jombor, Kecamatan Tuntang, mengaku bersyukur mendapatkan kaki palsu tersebut. Mariyono kehilangan fungsi kakinya setelah mengalami kecelakaan kerja. Setelah menerima dan mengenakan kaki palsu, ia tampak dapat berjalan dengan lebih normal.

"Kaki saya patah karena kecelakaan kerja. Terima kasih atas bantuannya melalui TKSK. Kaki palsu ini sangat membantu saya beraktivitas normal kembali,"ceritanya.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
Dinas Sosial Kabupaten Semarang kaki palsu Kabupaten Semarang