RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Pemuda asal Bawen, Aldi Fernando, warga Berokan, Bawen Kabupaten Semarang diduga dianaiaya oleh tetangga sendiri. Penganiayaan dilakukan menggunakan knalpot. Ia diduga mengalami penganiayaan sebanyak dua kali pada awal Agustus 2026 dan 7 Agustus 2026.
Kasi Humas Polres Semarang AKP Budiyono mengatakan, peristiwa tersebut tidak dilaporkan secara resmi ke Polres Semarang. Meski demikian, pihak kepolisian sudah melakukan langkah-langkah dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui rangkaian kejadian yang dialami korban.
"Berdasar pemeriksaan kepada korban saat didatangi oleh Personel Polres Semarang, Penganiayaan terjadi dua kali, yang pertama pada awal bulan Agustus dan yang kedua pada Jumat (7/8/2026),"jelasnya. Kamis (13/8).
Baca Juga: Kecelakaan Berulang di JLS , Dishub Salatiga Tempuh Ikhtiar Formal hingga Ritual
Peristiwa pertama terjadi saat korban sedang mengikuti kegiatan kerja bakti warga persiapan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 81, sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, korban didatangi FU 20 yang diketahui masih merupakan tetangga bahkan keluarga korban.
Tidak menaruh curiga korban kemudian diajak pergi dengan berboncengan sepeda motor. Kemudian, keduanya berhenti di sekitar kawasan Banaran Coffee. Di lokasi tersebut, FU diduga langsung melakukan pemukulan terhadap korban hingga korban terjatuh.
Saat pelaku hendak memukul korban menggunakan batu, korban kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan diri dari lokasi. Belum selesai persoalan tersebut, dugaan penganiayaan kembali terjadi pada Jumat (7/8) sekitar pukul 00.05 WIB.
Saat itu, korban sedang berada di rumah temannya, Yusuf yang ada di wilayah Ngasem, Kecamatan Bandungan. Korban kembali didatangi FU yang kemudian menjemputnya menggunakan mobil Gran Max. Di dalam mobil tersebut terdapat lima orang yang diduga rekan FU.
Setelah Yusuf dan Aldi masuk ke dalam kendaraan, Aldi diduga kembali menjadi sasaran penganiayaan. FU disebut menendang dan memukuli korban, bahkan menggunakan knalpot.
Sejumlah orang yang berada di dalam kendaraan sempat berusaha melerai aksi tersebut. Namun, upaya itu disebut justru mendapat ancaman dari FU. Korban kemudian dibawa berkeliling menggunakan kendaraan tersebut dan selama perjalanan kembali mengalami penganiayaan.
"Orang-orang di dalam mobil sempat akan melerai, tapi diancam FU karena ini urusan pribadi dan diduga masalah asmara. Korban diketahui pelaku, pernah memboncengkan perempuan yang menjadi teman dekat pelaku. Kemudian korban juga dibawa berkeliling dan selama perjalanan terus dianiaya, hingga pukul 03.00 WIB korban bersama Yusuf diturunkan di Berokan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang,"lanjutnya.
Setelah diturunkan, korban kemudian menghubungi temannya untuk meminta bantuan. Korban selanjutnya dibawa ke RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa untuk mendapatkan perawatan dan sempat menjalani rawat jalan.
Namun, karena rasa sakit yang masih dirasakan, korban kemudian kembali dibawa oleh orangtuanya ke rumah sakit hingga akhirnya menjalani perawatan lebih lanjut. Iptu Budiyono menegaskan, hingga saat ini belum ada laporan terkait kejadian tersebut.
"Jadi meskipun kami sudah meminta keterangan korban maupun saksi saki lain, namun hingga saat ini dari pihak korban tidak kunjung juga melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polsek Bawen, maupun Polres Semarang,"pungkasnya.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi