RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga dan warga atas meninggalnya Candra Waskito (25), korban perampokan di Royal Phone Ambarawa.
Pemilik konter telepon seluler tersebut dimakamkan pada Jumat (7/8) di TPU Lemahabang, Dusun Seseh, Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.
Sebelumnya, Candra ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Honda Jazz yang berada di wilayah Grobogan setelah menjadi korban perampokan yang terjadi pada Kamis (6/8).
Kepergiannya tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga masyarakat Desa Wirogomo yang mengenalnya sebagai sosok ramah dan peduli terhadap sesama.
Sekretaris Desa Wirogomo, Slamet Sunar, mengatakan Candra merupakan warga asli Wirogomo. Meski memiliki rumah di kawasan perumahan yang sedang direnovasi, sebagian besar waktunya dihabiskan untuk mengelola usaha konter ponsel miliknya.
"Memang aktivitasnya di konter, sering tidur di konter atau di rumahnya di Perumahan yang sedang direnovasi," ungkapnya usai melayat, Jumat (7/8).
Baca Juga: Pemilik Royal Phone Ambarawa Hilang, Konter Diduga Jadi Target Perampokan, CCTV Dicopot
Di mata masyarakat, Candra dikenal sebagai pribadi yang mudah bergaul, sopan, dan murah senyum. Seiring berkembangnya usaha yang dijalankannya, ia juga rutin menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu warga yang membutuhkan.
"Orangnya ramah, sopan, dan sumeh pada siapapun, termasuk pada orang tua. Chandra tidak lupa memberi sodakoh untuk lansia dan anak-anak. Termasuk membagi takjil setiap hari Jumat," ceritanya.
Kabar meninggalnya Candra pertama kali diketahui keluarga dan warga melalui media sosial. Informasi tersebut kemudian berkembang, termasuk kabar penemuan jasad korban di wilayah Grobogan.
Prosesi pemakaman berlangsung pada Jumat (7/8) sekitar pukul 09.00 WIB. Ratusan pelayat mengantarkan jenazah Candra menuju tempat peristirahatan terakhirnya.
Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal baik dan dermawan di lingkungan tempat tinggalnya. (ria)
Editor : Baskoro Septiadi