118 Kepala Sekolah Terima SK, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan

Maria Novena Sinduwara • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 14:43 WIB

 

Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Wakil Bupati Semarang Nur Arifah dan Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening menyapa kepala sekolah usai acara penyerahan SK pengangkatan guru sebagai kepala sekolah di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang. Jumat (31/7).
Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Wakil Bupati Semarang Nur Arifah dan Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening menyapa kepala sekolah usai acara penyerahan SK pengangkatan guru sebagai kepala sekolah di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang. Jumat (31/7).

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Pemerintah Kabupaten Semarang dalam hal ini Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Semarang melakukan pengangkatan guru sebagai kepala sekolah.

Ada 118 kepala sekolah dari TK, SD, hingga SMP yang menerima SK pengangkatan. Usai pengangkatan Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan mutasi dan pengangkatan kepala sekolah murni hasil evaluasi kinerja dan tidak ada faktor suka tidak suka.

Apalagi jual beli jabatan. Para kelapa sekolah tersebut harus membantu mencerdaskan generasi muda melalui pendidikan yang bermutu. Pembinaan karakter anak didik harus terus dilaksanakan. 

Baca Juga: Soal Dugaan Pemberian Uang Ulang Tahun, THR, hingga Akhir Tahun dari OPD untuk Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan Nonaktif Sebut Hanya Tradisi

"Ada 118 orang yang 59 pengangkatan baru yang 59 mutasj. Jadi kita melalukan evaluasi terkait dengan kinerja. Kami juga berupaya mendekatkan tempat kerja dengan rumah tinggal mereka,"ungkapnya usai penyerahan SK pengangkatan guru sebagai kepala sekolah di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang Jumat (31/7).

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang Joko Sriyono mengingatkan para kepala sekolah untuk teguh menjaga integritas dan moral saat menjalankan tugas.

Berkaitan dengan keputusan mendekatkan di tempat tinggal Joko mengaku sepakat. Karena hal tersebut bisa menunjang pelayanan pendidikan lebih baik. Terutama pada kedisiplinan.

Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang juga menyingung peran kepala sekolah sangat vital sebagai manajer pelayanan pendidikan.

Karenanya dia mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Semarang mengisi jabatan kepala sekolah yang kosong dan mutasi guna meningkatkan mutu proses belajar mengajar. 

"Para kepala sekolah harus menjaga moral dan perilakunya setelah diangkat. Jangan sampai persoalan perselingkuhan maupun judi online membebani kinerjanya. Dan untuk yang masih kosong bisa segera diisi jangan terlalu lama," timpalnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Semarang M Taufiqur Rahman melaporkan pengangkatan kepala sekolah baik itu promosi dan mutasi terdiri dari enam kepala TK negeri pembina, 101 Kepala SDN dan sebelas Kepala SMPN.

Dari jumlah tersebut ada empat kepala sekolah berstatus PPPK yang diangkat berdasarkan Pernendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025.

Ada sebelas kepala sekolah yang sudah lulus pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dibiayai APBN. Tahun ini direncanakan 99 Kepala Sekolah akan mengikuti Diklat dibiayai APBD Kabupaten Semarang. 

"Masih ada 25 jabatan kepala sekolah yang kosong. Kita rencanakan terisi pada tahun ini,"pungkasnya.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Semarang Bupati Semarang Ngesti Nugraha Kabupaten Semarang KEPALA SEKOLAH