RADARSEMARANG.ID, UNGARAN – Senyum bahagia terpancar dari wajah pasangan suami istri, Munarti (65) dan Muhroji (73), warga Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik, rumah sederhana mereka akhirnya diterangi cahaya lampu PLN.
Selama dua dekade, Munarti bersama suami dan anaknya, Muhamad Tejo Pramono (15), bertahan hidup dalam kegelapan malam di tengah kebun. Penerangan hanya mengandalkan cahaya redup lampu sentir yang bahan bakarnya kerap harus disisihkan dari minyak goreng untuk memasak. Rumah yang hanya berjarak puluhan meter dari jalan raya itu sebelumnya belum tersambung listrik karena kendala teknis jaringan.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ambarawa bersama pemerintah desa dan kecamatan langsung mendatangi lokasi dan melakukan survei serta pengukuran. Pada Kamis (23/7/2026), petugas PLN memasang instalasi listrik secara gratis di rumah Munarti dan Muhroji. Dua lampu kini menerangi teras dan ruang tamu, serta sebuah stop kontak tersedia di rumah mereka.
Baca Juga: Capaian PLN Permudah Layanan, Pantau Listrik Cukup Lewat Kode Singkat
Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3), YB. Wawan Dwi P. menyampaikan bahwa setiap kebutuhan layanan kelistrikan akan ditindaklanjuti melalui survei, verifikasi, dan kajian teknis sesuai ketentuan yang berlaku.
"PLN berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Setiap usulan yang kami terima akan kami tindak lanjuti segera melalui survei dan verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku. Kami berharap sinergi yang baik dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat terus terjalin sehingga kebutuhan layanan kelistrikan dapat teridentifikasi dan ditindaklanjuti lebih cepat," ujar Wawan.
Camat Sumowono, Agung Heru, turut mengapresiasi respons PLN UP3 Salatiga dan PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ambarawa.
"Terima kasih kepada PLN ULP Ambarawa atas respons cepat dalam menindaklanjuti kebutuhan listrik masyarakat. Semoga sinergi yang baik antara pemerintah dan PLN terus terjalin sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," ujar Agung Heru.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi menyampaikan PLN hadir langsung di tengah-tengah masyarakat, salah satunya melalui program dari Yayasan Baitul Maal (YBM) ini.
"PLN memberikan bantuan pasang baru listrik gratis untuk Eyang Munarti dan Muhroji, dengan sumber dana dari YBM PLN, yang merupakan lembaga amil zakat di lingkungan PT PLN (Persero). Bersumber dari dana pribadi rekan-rekan PLN yang dipotong, kami berharap solidaritas ini dapat menjadi secercah harapan baik bagi Eyang Munarti dan Muhroji serta putranya yang sangat membutuhkan listrik, semiga bermanfaat", tutup Bramantyo.
Munarti tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan kebahagiaannya.
"Senang sekali. Biasanya pakai sentir, sekarang ada lampu, saya senang. Sungguh saya senang," ungkap Munarti saat ditemui di kediamannya, Senin (27/7/2026).
Munarti juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan impiannya memiliki listrik di rumah.
Melalui program sambungan listrik gratis yang diberikan PLN melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Salatiga, harapan keluarga ini untuk menikmati terangnya listrik akhirnya terwujud setelah dua dekade penantian panjang.(*)
Editor : Tasropi