Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sudah Berkali-kali Bor Sumur, Hasilnya Nihil! Warga Kemitir Kini Hanya Andalkan Droping Air

Maria Novena Sinduwara • Kamis, 9 Juli 2026 | 13:48 WIB

 

Warga Desa Kemitir Bandungan mengantri air bersih yang di droping BPBD Kabupaten Semarang.
Warga Desa Kemitir Bandungan mengantri air bersih yang di droping BPBD Kabupaten Semarang.

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Musim kemarau yang identik dengan sulitnya mendapatkan air bersih mulai dirasakan Warga Desa Kemitir Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang. Para warga mulai mengandalkan dropping air guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Memasuki musim kemarau ini debit dari mata air yang menjadi sumber kehidupan warga mulai menipis. Hal ini ternyata sudah terjadi disetiap tahunnya. Kali ibi dua tangki diturunkan untuk penuhi kebutuhan air bersih di dua RT Dusun Ngoho. 

Anggota DPRD Kabupaten Semarang Lia Amelia menceritakan upaya pengeboran untuk sumur sudah dilakukan. Bahkan berkali-kali dan berkali-kali juga gagal. Belum menemukan titik yang pas.

Baca Juga: 5 Alasan Honda Beat Dijuluki Motor Sejuta Umat di Indonesia, Irit BBM hingga Harga Terjangkau

"Dropping kemarin sebanyak dua tangki untuk warga di dua RT Dusun Ngoho. Berkali-kali sudah dilakukan upaya pengeboran berulang kali, bahkan anggarannya cukup banyak. Namun belum ketemu titik yang pas sehingga sumber air yang didapatkan belum maksimal,"ceritanya. Kamis (9/7).

Mereka membawa jerigen dan galon aneka ukuran yang ditata secara rapi, untuk kemudian diisi air dari mobil tangki BPBD Kabupaten Semarang. Salah satu warga Desa Kemitir, Giyarto mengakui sudah langganan droping BPBD Kabupaten Semarang.

Bahkan warga juga sudah berulangkali mendapat bantuan dari pemerintah untuk melakukan pengeboran. Namun memang tidak ketemu mata air yang bisa memenuhi kebutuhan warga Ngoho.

Ia mengatakan kondisi kekurangan air bersih dihadapi warga setiap tahun. Apalagi kalau kemarau, mulai Juli dan Agustus itu sudah pasti membutuhkan dropping air.

"Selama ini untuk mendapatkan air bersih dengan sistem giliran, setiap hari satu rumah mendapatkan empat sampai lima jerigen, kalau kondisi kemarau memang butuh droping air,"timpalnya.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
#Desa Kemitir #Kecamatan Sumowono #DPRD Kabupaten Semarang #Kabupaten Semarang