RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Ratusan warga Rowoboni berkumpul guna lakukan kirab budaya dan aneka pertunjukan seni. Kegiatan ini menjadi rangkaian utama dalam acara Labuh Agung Sedekah Rawa Pening.
Saat prosesi kirab berlangsung, para peserta yang mengenakan pakaian khas Jawa tampak khidmat membawa aneka sesaji yang diusung dalam dua wadah berukuran besar.
Mereka juga membawa obor tradisional untuk menerangi sepanjang jalur perjalanan kirab.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan doa lintas agama bersama dan penyalaan obor utama yang dipasang di wadah pembawa sesaji.
Ratusan warga Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang pun dengan khusyuk mengikuti seluruh rangkaian ritual tersebut dari awal hingga akhir.
Rangkaian acara larung tersebut kemudian diakhiri dengan pelepasan wadah sesaji ke tengah perairan Rawa Pening. Wadah sesaji tersebut berisi aneka macam jajan pasar, hasil pertanian dan hasil bumi lokal, serta berbagai panganan tradisional Jawa.
Acara adat ini rutin diselenggarakan setiap tahun sekali di bulan Muharram, sebagai bentuk rasa syukur masyarakat lokal atas berbagai limpahan rezeki yang berasal dari ekosistem Rawa Pening.
Kepala Desa Rowoboni, Agus Salim mengatakan 60 persen masyarakat Rowoboni menggantungkan hidupnya di Rawa Pening.
Mulai dari petani, nelayan, warung makan, hingga sektor pariwisata. Tradisi ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan kepada warga Rowoboni.
Labuh Agung juga menjadi bagian dari doa bersama agar mereka selalu diberi keselamatan dan kelancaran saat beraktivitas.
"Sehingga kami Pemdes Rowoboni berkomitmen menjaga dan melestarikan kegiatan budaya yang sudah dilaksanakan secara turun temurun ini," ungkapnya. Selasa (7/7).
Kondisi Rawa Pening masih ada tantangan ekologis yang sangat besar yang kini tengah dihadapi oleh kawasan Rawa Pening.
Tantangan nyata tersebut di antaranya adalah tingginya laju sedimentasi, polusi tanah dan air akibat limbah, serta masalah pelestarian tumbuhan, hewan, dan ikan endemik yang populasinya kian menyusut.
Camat Banyubiru, Zakky Kurniawan menambahkan melalui momentum Labuh Agung ini, pemerintah kecamatan berharap kesadaran kolektif masyarakat dan wisatawan untuk tidak membuang sampah sembarangan di sekitar danau dapat terus meningkat demi keberlangsungan masa depan Rawa Pening.
"Semua pihak harus ikut menjaga dan melestarikan habitat Rawa Pening. Rawa Pening ini kan sumber ekonomi masyarakat,"pungkasnya.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi