RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Kekeringan sudah mulai dirasakan warga Kabupaten Semarang. Persediaan air bersih terus menipis. Guna antisipasi ancaman kekeringan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang mulai menyalurkan bantuan ke wilayah rawan krisis air bersih.
Kali ini BPBD Kabupaten Semarang menempatkan dua tandon air Desa Bantal dan Desa Plumutan, Kecamatan Bancak. Selama ini warga hanya mengandalkan terpal plastik yang ditampung dari air hujan.
"Untuk terpal plastik air bersih ini harus diganti hampir setiap tahun. Ketika ada bantuan tandon tentu kami senang sekali. Penampungan air menjadi lebih baik dan bisa digunakan dalam jangka panjang,"ceritanya Kepala Desa Plumutan, Suji Haryanto. Jumat (3/7).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Semarang Alexander Gunawan Tribiantoro mengatakan penempatan tandon dilakukan lebih awal agar saat kebutuhan air meningkat, proses penyaluran dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.
Selain memasang dua tandon, BPBD juga mengirimkan 3.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga di kedua desa tersebut. Bantuan itu menjadi distribusi air bersih pertama pada musim kemarau tahun ini.
"Ini merupakan arahan Bapak Bupati agar penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat menjadi lebih mudah. Disamping itu masyarakat juga lebih mudah mendapatkan air bersih. Bisa sewaktu-waktu diambil,"jelasnya.
BPBD sudah menyiapkan total 750 ribu liter air bersih yang akan disalurkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Semarang. Jumlah tersebut dihitung berdasarkan kebutuhan bantuan pada musim kemarau 2024 dan 2025.
Baca Juga: Wali Kota Agustina Antisipasi Genangan di Simpang Lima, DPU Intensifkan Pembersihan Drainase
Meski demikian, pihaknya tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang sesuai prakiraan BMKG, yakni hingga sekitar tujuh bulan. Opsi penambahan anggaran maupun kerja sama dengan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) telah disiapkan.
"Kami bisa mengajukan perubahan anggaran atau menggandeng pihak swasta melalui skema pentahelix. Yang jelas, kami siap menghadapi dampak musim kemarau tahun ini,"lanjutnya.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi