RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Nur Arifah kembali terpilih menjadi Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Semarang dalam periode 2026 hingga 2031 mendatang.
Terpilihnya Nur Arifah usai digelar Konferensi Cabang Muslimat NU Kabupaten Semarang. Dari 230 ketua san 19 PAC kompak memilih Nur Arifah untuk kembali memimpin para perempuan muslim di Kabupaten Semarang.
Ketua Panitia Konferensi Cabang Muslimat NU Kabupaten Semarang Siti Nurhayati saat ditemui mengatakan pemilihan ketua dari 230 ranting dan 19 PAC masih mutlak 100 persen mendukung Nur Arifah.
Sistem pemilihannya sendiri dibuka untuk umum di majelis atau forum tertinggi di organisasi muslimat. Sebelumnya pun dilakukan penjaringan bakal calon hingga akhirnya ada pemilihan.
"Jadi pleno pertama itu pembacaan tata tertib baik itu pasalnya dan harus disetujui oleh semua peserta. Peserta konferensi itu dari ketua ketua ranting se Kabupaten Semarang berjumlah 230 dan ketua PAC 19 ini yang memiliki hak suara. Nah, kemarin itu secara saat sidang pleno pertama kita floorkan ke semua peserta, tapi secara spontanitas mereka masih menghendaki beliau Bu Nur Arifah untuk dua periode,"ungkapnya. Selasa (30/6).
Usai terpilihnya Nur Arifah, Siti menekankan di laporan pertanggungjawaban ketua mewakili seluruh pimpinan cabang muslim Kabupaten Semarang keputusan tersebut diterima tanpa syarat oleh semua peserta. Jadi laporan pertanggungjawaban program kerja dari tahun 2021 sampai 2026.
Sementara itu Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Semarang terpilih Nur Arifah mengatakan hingga saat ini program pemberdayaan perempuan masih menjadi program unggulan.
Meskipun ada delapan program bidang yang dikerjakan Muslimat Kabupaten Semarang mulai pemberdayaan perempuan yang tugasnya melekat di ketenagakerjaan, bidang dakwah, bidang organisasi, bidang sosial, bidang lingkungan hidup, bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang hukum dan advokasi.
"Kami juga bekerjasama dengan Baznas, mulai dari Baznas Kabupaten, Provinsi hingga pusat. Begitu juga dengan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Semarang. Sehingga kami terus bisa melakukan program pemberdayaan perempuan lewat pelatihan jahit menjahit dan disalurkan langsung ke pabrik-pabrik. Pelatihan tata boga dan pelatihan merias,"timpalnya.
Saat ini anggota aktif yang tergabung dalam Muslimat Kabupaten Semarang diperkirakan mencapai 30 ribu orang. Nur Arifah menekankan kesejahteraan para anggota menjadi utama.
Sehingga menghadirkan program kerja untuk membangkitkan ekonomi menjadi prioritas.
"Kemudian ekonomi kreatif dan ekonomi rumah tangga itu dan nanti Insya Allah kita akan cari peluang-peluangnya. Muslimah ini salah satu perannya merukapan penggerak ekonomi, terutama kaum ibu,"pungkasnya.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi