RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Pemerintah Kabupaten Semarang anggarkan Rp 2,5 miliar untuk santunan anak yatim piatu yang diasuh oleh keluarga bukan di panti asuhan.
Usai menyerahkan Bupati Semarang Ngesti Nugraha menegaskan ini merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Semarang untuk membantu pendidikan anak-anak terutama anak yatim piatu.
Ngesti juga mengatakan di tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Semarang menganggarkan Rp 2,5 miliar untuk ribuan anak. Dengan masing-masing anak mendapatkan Rp 500 ribu.
"Mereka adalah penerus bangsa yang harus didukung dan dibina menjadi generasi sholeh dan berpendidikan. Jangan sampai ada anak yang putus sekolah,"ungkapnya. Jumat (26/6)
Sementara itu Kepala Bagian Kesra Asep Mulyana menjelaskan ada 5.000 anak yang diusulkan guna menjadi penerima. Dilakukanlah verifikasi dan validasi usulan penerima santunan.
Setelahnya penelitian kondisi dan status anak dilakukan bersama perangkat desa/kelurahan dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecanatan (TKSK). Hal ini disampaikan Asep agar santunan tepat sasaran diterima anak yang memang membutuhkan.
"Selain itu juga untuk menghindari penerima ganda bantuan sosial lainnya. Hasil verifikasi ada 4.142 anak yang dinilai layak mendapat bantuan dari 5.000 usulan. Masing-masing anak menerima Rp500 ribu,"terangnya.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi