RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mencatat, ada 381 kabupaten/kota yang berada di 27 propinsi telah mencapai Universal Health Coverage (UHC).
Diketahui UHC apalagi telah mencapai capaian peserta 98 persen dan tingkat keaktifannya 80 persen. Data tersebut terhitung 31 Mei 2026 hingga 31 Desember 2025, ada 407 kabupaten/kota di 30 provinsi telah mencapai UHC.
Hal ini diungkapkan Asisten Deputi Kepesertaan dan Mutu Layanan Kedeputian Wilayah VI BPJS Kesehatan Henri Amry Iriawan saat Media Gathering di Artotel Leguna Magelang Jawa Tengah.
Lebih lanjut Henri mengatakan Kabupaten Kulon Progo menjadi wilayah dengan tingkat keaktifan tertinggi mencapai 94,02 persen. Sedangkan Kabupaten Jepara menjadi daerah dengan keaktifan terendah.
"Untuk wilayah Provinsi DIY, dari lima kabupaten dan kota tidak terdapat pengurangan UHC. Sementara di Jawa Tengah terdapat lima Pemda yang tidak lagi UHC yaitu Kabupaten Pekalongan, Purbalingga, Batang, Pemalang, dan Kendal,"ungkapnya.
Terdapat 27 Pemda UHC di tahun 2025. Namun pada 2026 jumlah Pemda UHC turun menjadi 22. Kebijakan Pemda untuk mengurangi jumlah peserta yang ditanggung, membuat keaktifan peserta juga turun. Guna mengoptimalkan pelaksanaan program JKN, Presiden telah menginstruksikan 30 Kementerian/Lembaga (termasuk Pemda) untuk mengambil langkah sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing.
"Termasuk berkolaborasi dengan swasta tentu untuk memaksimalkan keaktifan kepesertaan. Karena sejak awal pemerintahan pusat telah menegaskan, sektor pendidikan dan kesehatan tidak boleh terdampak efisiensi anggaran,"lanjutnya.
Bagi masyarakat yang ingin menjadi peserta JKN dan wilayah telah mencapai UHC, maka status kepesertaannya langsung aktif. Namun jika belum mencapai UHC, baru bisa aktif di bulan berikutnya. Di wilayah Jawa Tengah dan DIY cakupan kepesertaannya mencapai 98,49 persen atau 41,7 juta.
Dengan tingkat keaktifan 76,29 persen atau 32,3 juta. Ada 3.523 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 438 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang telah bekerja dengan BPJS.
Untuk kontribusi PBPU Pemda ada 8,83 persen atau 3,7 juta jiwa. Dalam media gathering tesebut juga edukasi gaya hidup sehat promotif preventif diabetes melitus dan hipertensi.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi