RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Warga Ungaran Kabupaten Semarang ikuti salat Idul Adha di Masjid Al Mabrur Ungaran, Kabupaten Semarang. Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dimaknai bukan hanya sekadar perayaan ibadah kurban.
Lebih dari itu, panggilan untuk menghidupkan kembali nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial di tengah kehidupan modern yang semakin individualis.
Hal tersebut diungkapkan khatib salat Idul Adha, yang juga Wakil Rektor 1 UIN Salatiga, Miftahuddin.
Baca Juga: Cari Ikan Pakai Rakitan Drum Plastik, Warga Terboyo Semarang Ditemukan Tewas Mengambang
Dalam khuthbahnya, ia mengajak umat Islam menjadikan Iduladha sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial dan memperbaiki diri di tengah kehidupan modern yang semakin individualis.
Menurutnya, kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail bukan sekadar cerita, tetapi pelajaran tentang keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, ia juga menekankan, kehidupan masyarakat modern berubah sangat cepat akibat perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan media sosial.
Di balik kemajuan tersebut, ia mengaku prihatin atas dampak-dampak negatif yang muncul, misalnya sikap hidup individualis, relasi sosial yang semakin renggang, kecemasan dan keserakahan di tengah keragaman, fitnah dan kebencian di media sosial, menurunnya kepercayaan sosial, serta hilangnya panduan moral ketuhanan dan kemanusiaan.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha usai salat Idul Adha mengajak masyarakat menjadikan momentum Iduladha untuk memperkuat iman dan kepedulian sosial, sekaligus meningkatkan perhatian terhadap pendidikan karakter anak.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membentuk generasi yang saleh, berakhlak baik, dan berguna bagi bangsa serta negara.
Selain itu, Ngesti juga mengajak masyarakat yang mampu untuk terus berbagi kepada sesama melalui ibadah kurban.
Menurutnya, semangat Iduladha harus diwujudkan melalui aksi sosial yang dilakukan dengan penuh keikhlasan.
Baca Juga: 4 Faktor Penyebab SKTP Mei 2026 Guru Belum Terbit Merata
"Mari kita tingkatkan untuk saling berbagi kepada sesama, terutama kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,"ungkapnya.
Terlihat sapi dari keluarga Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Ada pula sapi kurban dari keluarga Sekretaris Daerah Valeanto Sukendro.
Sememtara itu Ketua Baznas Khadziq Faisol melaporkan pada Hari Raya Idul Adha tahun ini pihaknya telah menerima titipan 120 ekor kambing dan satu ekor sapi. Termasuk 25 ekor kambing yang diserahkan ke Takmir Masjid Al Mabrur.
"Nantinya daging kurban akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Termasuk kepada ibu-ibu hamil sebagai langkah pencegahan stunting," pungkasnya.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi