Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

306 Petugas Pantau Hewan Kurban di Kabupaten Semarang

Maria Novena Sinduwara • Senin, 25 Mei 2026 | 20:19 WIB

 

Tim Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang saat cek kesehatan hewan kurban di lapak perempatan Jalan Ahmad Yani Ungaran Timur. 
Tim Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang saat cek kesehatan hewan kurban di lapak perempatan Jalan Ahmad Yani Ungaran Timur. 

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang lakukan pengecekan pada hewan kurban yang ada di lapak pinggir jalan di Ungaran.

Pengecekan hewan kurban dilakukan guna memastikan hewan kurban yang dijual layak sesuai dengan syarat hewan kurban.

Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang Moh Edy Sukarno mengatakan meminum sakral tersebut harus dipastikan hewan yang dijual sehat.

Baca Juga: PDI Perjuangan Kabupaten Semarang Gelar Musancab, Konsolidasi untuk Persiapan Pemilu 2029

Tak hanya itu persoalan lapak yang di tempat umum juga tak lepas dari pengawasan tim Dispertanikap.

"Kita laksanakan tugas kami untuk mengecek kesehatan hewan kurban. Karena ini kan momentum sakral di Idul Adha. Jadi, kita pastikan semua hewan yang dijual itu dalam kondisi sehat. Dan yang lebih penting karena ini tempatnya di tempat umum kita pastikan sudah dapat izin dari kelurahan,"ungkapnya usai pengecekan. Senin (25/5).

Edy menambahkan guna memantau keberlangsungan Idul Adha menerjunkan 306 petugas.

Diantaranya petugas kesehatan hewan 29 orang, Perhimpunan dokter hewan 14 orang, Paravetindo 28 orang, dan Kader Penyakit Hewan Menular 235 orang.

Berkaitan dengan hasil temuan hewan kurban Edy menegaskan belum ada. Stok hewan kurban yang ada di Kabupaten Semarang didominasi hewan kurban lokal. Artinya hewan kurban dari luar Kabupaten Semarang belum terdeteksi. 

"Alhamdulillah belum ada temuan. Sampai hari ini pantauan kami ini hewan kurban masih lokal-lokal. Begitu pula waktu pas pemotongan ada 306 petugas yang akan memantau,"pungkasnya.

Sementara itu penjual hewan kurban Didit 50 mengaku tahun ini sepi pembeli. Tahun kemarin membawa 80 ekor kambing habis ditiga hari.

Tahun ini hanya membawa 60 ekor kambing dan masih terjual 21 ekor kambing. Sepinya pembeli dinilainya karena kondisi ekonomi masyarakat yang menurun.

Baca Juga: Baru Setengah Jadi, Pembangunan KDMP Desa Kaloran Temanggung Dihentikan Sementara

Dirinya juga mengaku sepanjang sepuluh tahun berjualan ditempat tersebut baru ini merasakan sepi pembeli.

"Berjualan disini sudah ada sepuluhan tahun. Tahun ini bawa 60 ekor kambing. Soalnya ya, gimana ya sepi pembeli. Untuk kambing besar saya jual Rp 6 juta untuk yang paling murah Rp 2,5 juta,"pungkasnya.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
#Hewan Kurban #Kabupaten Semarang #ungaran