RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Sekokah Rakyat di Kabupaten diharapkan dilakukan pembangunan fisik mulai tahun ini.
Sehingga sesuai target penerimaan peserta didik baru pada Juni 2027 dapat terealisasi.
Saat dihubungi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang Istichomah mengatakan proses pembangunan Sekolah Rakyat sempat menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait kesiapan lahan.
Baca Juga: Empat Begal Motor dan HP Nekat Beraksi di Depan Puskesmas Gayamsari Semarang
Awalnya Kabupaten Semarang ditargetkan masuk pembangunan tahap I atau tahap II. Namun akhirnya masuk tahap III karena ada kendala lahan.
Menurut Istichomah, lahan yang sebelumnya disiapkan Pemerintah Kabupaten Semarang dinilai belum memenuhi persyaratan dari Kementerian PUPR sehingga pemerintah daerah harus mencari lokasi pengganti.
Pembangunan Sekolah Rakyat tahap III diproyeksikan mulai berjalan pada akhir 2026 agar sekolah dapat mulai menerima siswa baru pada tahun ajaran 2027.
"Kalau bisa lebih cepat tentu lebih baik, tetapi targetnya sebelum tahun ajaran baru 2027 sudah siap. Selain persoalan lahan, pembangunan Sekolah Rakyat juga masih menghadapi kendala penyediaan air bersih. Mata airnya sudah ada saat ini sedang diupayakan infrastruktur untuk mengalirkan ke sekolah rakyat,"jelasnya. Senin (18/5).
Baca Juga: Rumah di Tingkir Salatiga Terbakar, Terdengar Ledakan Dua Kali
Sumber air terdekat berada di kawasan Senjoyo. Namun, penyaluran air menuju lokasi pembangunan di Mulyorejo membutuhkan infrastruktur dan anggaran yang besar.
Ditanya perihal daerah lain yang tidak memiliki Sekolah Rakyat, Istichomah menanggapi Sekolah Rakyat Kabupaten Semarang diproyeksikan tidak hanya menampung peserta didik dari keluarga kurang mampu di wilayah Kabupaten Semarang.
Program pendidikan berasrama gratis tersebut juga akan menerima peserta didik dari daerah lain yang belum memiliki fasilitas Sekolah Rakyat sendiri.
Daerah paling dekat dengan Kabupaten Semarang yakni Kota Salatiga. Istichomah mengungkapkan, siswa dari Kota Salatiga dipastikan akan bergabung di Sekolah Rakyat Kabupaten Semarang.
"Informasinya, yang sudah pasti itu peserta didik Kota Salatiga. Kota Salatiga belum memiliki lahan yang memenuhi syarat pembangunan Sekolah Rakyat. Karena itu, siswa dari kota tersebut akan di arahkan ke lokasi terdekat, yakni di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang,"lanjutnya.
Lokasi Sekolah Rakyat sendiri berada di Mulyorejo, Desa Barukan, Kecamatan Tengaran tentu dinilai strategis karena jaraknya relatif dekat dengan wilayah Kota Salatiga.
Baca Juga: Warga dan Aparat Kompak Tutup Lokasi Judi Sabung Ayam dan Dadu Klutuk di Desa Karangsono Mranggen
Selain dari Salatiga, siswa asal Kota Surakarta atau Solo juga di sebut bakal ikut bergabung di Sekolah Rakyat Kabupaten Semarang.
Hal itu karena sejumlah daerah belum mampu menyediakan lahan sesuai ketentuan pembangunan Sekolah Rakyat yang pemerintah pusat tetapkan.
Untuk pembangunan Sekolah Rakyat sendiri pemerintah daerah wajib menyediakan lahan minimal 5,5 hektare berikut fasilitas pendukung lainnya.
Tak hanya luas, kondisi lahan juga harus benar-benar rata dan tidak berada di area berkontur atau memiliki kemiringan tertentu.
"Di Kota Salatiga juga sudah tidak ada lahan lebih dari 5,5 hektare, sehingga peserta didiknya akan ikut di Kabupaten Semarang. Kalau daerah tidak bisa menyediakan lahan sesuai syarat, maka siswanya akan di tampung di Sekolah Rakyat daerah terdekat,"pungkasnya.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi